Rabu, 23 Januari 2013

Wonder


Judul : Wonder
Penulis : R.J Palacio
Penerbit : Atria
Tahun : 2012
Halaman : 428


Mandibulofacial Dysostosis. Pernah mendengar mengenai kelainan ini? Jika belum, mari kita ikuti kisah hidup seorang anak laki-laki berumur 10 tahun bernama August Pullman. August bukanlah anak berkebutuhan khusus, dia tidak idiot. Malah sangat pintar dalam bidang sains. Satu-satunya kekurangan August adalah wajahnya sangat tidak biasa bahkan bisa dibilang aneh ; telinga lebih besar sebelah, seperti menempel begitu saja ditelinganya. Mata August tampak mengantuk, bergantung di wajahnya, pipinya turun. Ia makan seperti kura-kura. August sudah berulang kali melakukan operasi, tapi wajahnya tetap tidak bisa menjadi biasa.

Setiap orang yang bertemu dengan August, sebagian besar akan ketakutan, berteriak, atau bahkan lari. Ia dianggap seperti alien. August sudah biasa menghadapi hal ini. Ia pura-pura tidak terjadi apa-apa. August sangat menginginkan wajah yang normal agar ia tidak menjadi pusat perhatian. Hari kesukaan August adalah Halloween karena ia bisa memakai topeng untuk menutupi wajahnya.

Bagiku, Halloween adalah hari raya terhebat di seluruh dunia. Bahkan mengalahkan Natal. Aku bisa memakai kostum. Aku bisa memakai topeng. Aku bisa berjalan-jalan seperti anak-anak lain yang memakai topeng dan tidak ada seorang pun yang menganggapku aneh. Tidak ada yang berpaling lagi dan menatapku untuk kedua kalinya. Tidak ada yang menyadari penampilanku. Tidak ada yang mengenalku. – Hal. 104

August sangat beruntung karena ia memiliki keluarga yang sangat mencintainya. Mom dan Dad mau melakukan apa saja untuk August. Via, kakaknya sangat perhatian kepada adiknya itu. Bahkan teman Via, Miranda juga menyayangi August. Kalau saja keluarganya August jahat, pasti August sudah ditelantarkan atau bahkan dibuang sejak bayi >.<

Pada usianya yang ke sepuluh tahun, Mom mempunyai ide untuk memasukkan August ke sekolah umum. Selama ini August hanya sekolah di rumah dengan Mom sebagai gurunya. Alasan August tidak masuk sekolah umum bisa ditebak, ia malu dengan wajahnya. August takut teman-temannya akan menjerit ketakutan saat bertemu dengannya. Untungnya Mom dan Dad berhasil meyakinkan August untuk masuk ke Beecher Perp, salah satu sekolah bagus deka rumahnya. Saat August masuk sekolah untuk pertama kalinya, Via juga menjadi murid baru di Sekolah Menengah Atas.

Sebelum benar-benar masuk sekolah, August mengikuti semacam tur yang disarankan oleh kepala Sekolah Mr. Tushman. August diajak berkeliling sekolah oleh Charlotte yang baik, Jack Will, dan Julian. Diantara ketiga teman barunya, Julian jelas-jelas menunjukkan sikap permusuhan dengan August. Nah, dengan Julian ini lah nantinya akan muncul bermacam-macam masalah pada diri August. Julian ini anak yang jahat, begitu pula dengan orangtuanya. August bisa dibilang punya sedikit sekali teman dekat, diantaranya Summer dan Jack Will.

Kisah August di sekolah sangat menarik untuk diikuti. Sebagai anak normal saja, sekolah bisa jadi adalah hal yang sulit; masalah bullying hingga masalah akademis. Apalagi bagi August, ia bahkan sempat terpikir ingin berhenti sekolah saat ia mendengar bahwa Jack Will hanya pura-pura baik dengannya. Bagi Via, punya adik seperti August adalah tantangan tersendiri. Walaupun Via sangat menyayangi August, ia tidak mau teman-temannya tahu bahwa ia memiliki adik seperti August. SMA semakin berat saat Via dijauhi oleh temannya, Miranda.

Buku ini diceritakan dari sudut pandang yang berbeda-beda, yaitu dari August, Via, Miranda, Jack Will, Summer, dan Justin (pacar Via). Dilihat secara keseluruhan, mereka semua sangat menyayangi August. August memang tidak pernah ingin dikasihani orang lain. Ia sangat tabah dan juga pintar. August merasa bahwa semua orang itu istimewa, begitu pula dirinya. Oh iya bagi yang membaca di bagian Justin, nanti akan ditemukan kalau Justin itu nulis pakai huruf kecil semua (nggak ada kapitalnya sama sekali). Nah, itu bukan typo karena Justin memang menulis seperti itu baik di buku aslinya maupun diterjemahan.

Pedoman August Pullman
Seharusnya semua orang di dunia ini mendapatkan sorak sorai penghormatan setidaknya satu kali dalam hidupnya, karena kita semua berhasil menghadapi dunia.

Pas membaca buku ini, rasanya aku juga jadi sayaaang banget sama August. Seumur hidup, aku belum pernah melihat atau mendengar mengenai kelainan yang dialaminya. Sepertinya kasus seperti August ini cukup langka. Di dalam buku ini ada sedikit dijelaskan mengenai mengapa August bisa mengalami kelainan ini. Penyebabnya berhubungan dengan gen kedua orangtua August. 

Wonder sudah lumayan lama menjadi buk incaranku. Awalnya aku pikir ini buku tentang paranormal atau sesuatu yang berhubungan dengan penyihir, seperti kebanyakan buku remaja saat ini. Eh ternyata bukan sama sekali. Syukurlah Atria menerbitkan buku ini dalam versi bahasa Indonesianya. Banyak yang bilang buku ini sedih, aku nggak sampai nangis sih bacanya. Buku ini aku rekomendasikan buat semua orang yang suka anak-anak, atau tertarik dengan dunia dunia remaja. Nah, jangan dulu menilai seseorang dari penampilan luarnya ya :D don’t judge a boy by his face.

Happy Reading!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar