Rabu, 23 Januari 2013

Coming Home


Judul : Coming Home
Penulis : Sefryana Khairil
Tahun : 2011
Penerbit : Gagas Media
Halaman : x + 318


Tak ada yang lebih sulit daripada jatuh cinta kepada orang yang pernah membuatmu bersumpah tak akan pernah mencintai siapa pun lagi. Orang yang tak ingin kau temui seumur hidup. Orang yang dulu pernah menduakan cintamu.
Orang yang bersamamu pernah bersumpah di hadapan Tuhan akan mencintai selamanya….

Nggak sanggup rasanya membayangkan kalau dikhianati seperti yang dilakukan Rayhan kepada Amira. Mereka berdua bertemu saat ingin berebut ingin masuk ke dalam sebuah taksi yang sama. Disitulah pertemuan awal antara keduanya. Amira yang lembut dan keibuan meluluhkan hati Rayhan, membuatnya bertekad untuk menaklukan hati perempuan itu.

Kamu sederhana, tapi kamu istimewa Mira..

Siapa yang nggak akan terpesona coba, Rayhan itu tampan, karirnya bagus, pandai merayu. Ia berhasil meyakinkan Amira agar mau menikah dengannya. Pernikahan itu sepi, Rayhan selalu menunda untuk memiliki anak. Lama-kelamaan pernikahan mereka mulai terasa hambar. Rayhan menganggap Amira tidak pernah bisa mengerti dirinya.

Mungkin dititik ini lah pasangan yang menikah mulai bertanya-tanya ‘apakah ia seseorang yang tepat untukku?’ ‘apakah ia memang jodohku?’. Suatu kali mamaku pernah mengatakan bahwa tahun-tahun awal pernikahan adalah yang paling sulit. Kebosanan terhadap Amira tampaknya dirasakan oleh Rayhan. Ia menemukan cinta yang lain, sebuah cinta terlarang kepada perempuan bernama Elsa.

Hubungan terlarang antara Rayhan dengan Elsa bukan sekadar perselingkuhan “biasa”, tapi mengakibatkan Elsa datang kepadanya dengan sebuah alat tes yang menunjukkan ia positif hamil. Seketika dunia Amira jungkir balik. Mantan supir Rayhan mengatakan bahwa affair suaminya dengan Elsa memang sudah lama terjadi.

Setelah mengetahui apa yang dilakukan suaminya, Amira dan Rayhan terus bertengkar. Rayhan menyalahkan Amira yang tidak mau mengerti dirinya. Padahal Amira begitu setia kepada Rayhan. Perpisahan Amira dan Rayhan tidak bisa dipungkiri lagi. Rayhan lebih memilih untuk hidup bersama Elsa dan anak mereka, Kirana. Ugh, dasar cowok! Punya istri cantik dan pintar kayak Amira kok disia-siakan. Ntar nyesal lho!

Mengenai takdir, Tuhan yang atur, kan? Amira dan Rayhan bertemu lagi lima tahun kemudian saat Rayhan kembali ke Jogja. Tentu saja Rayhan tidak sendiri, ia membawa Kirana bersamanya. Rayhan sekarang adalah seorang duda, Elsa sudah meninggal saat melahirkan Kirana. Amira yang kini menjadi guru TK sangat terkejut ketika ia melihat Rayhan terlebih saat ia tahu Kirana atau Nana akan menjadi muridnya.

Amira harus mengajar anak mantan suaminya, anak haram suaminya dengan Elsa. Tapi Amira tahu, anak itu tidak bersalah. Kirana tidak tahu apa-apa mengenai hubungan ayahnya dengan ibu Guru barunya. Pesona kanak-kanak Kirana tidak bisa dihindarkan oleh Amira. Naluri keibuannya sangat menyayangi muridnya itu. Walaupun terkadang bayangan masa lalu tercermin dalam sosok Kirana.

Pertemuan ini mungkin jalan bagi Amira dan Rayhan untuk rujuk kembali. Rayhan menunjukkan sikap yang berbeda dari sikapnya beberapa tahun lalu. Rayhan terlihat lebih sabar, kebapakkan dan seperti tidak terurus. Amira tidak tahu bahwa mantan suaminya itu sudah kehilangan pekerjaan. Rayhan bukan lagi pria yang sibuk dengan urusan meerting, ia pengangguran sekarang.

Sayangnya disaat Rayhan ingin membangun kembali rumah tangga bersama Amira, Amira tidak kunjung memaafkan laki-laki itu. Dalam hatinya Amira memang masih sangat mencintai Rayhan. Terlebih lagi Kirana perlahan-lahan mampu membuat Amira memimpikan lagi sebuah keluarga bersama Rayhan.

Selama beberapa saat Amira sempat luluh dengan Rayhan. Ia mulai mencoba untuk memaafkan masa lalunya. Mungkin saja, kan Rayhan memang sudah berubah. Kelihatannya Rayhan menyesali semua perbuatannya. Tidak ada salah lagi mereka mencoba sebuah hubungan yang baru.

Novel ini benar-benar menguras air mataku-atau aku nya aja yang cengeng ya? Pokoknya selama membaca aku menangis sebanyak lima kali. Terutama dibagian pertengahan sampai di bagian terakhir. Sedihnya itu karena membayangkan pengkhianatan yang dilakukan Rayhan. Benciiii banget sama Rayhan ini >.<

Rayhan berasalan dia sebenarnya sangat mencintai Amira, hanya saja dia tidak menyadarinya sampai perceraian mereka. Menurutku ini alasan yang sangat bodoh :/ Bukankah mereka sudah memutuskan untuk menikah? Masa harus selingkuh-punya anak-cerai baru sadar kalau istrinya adalah perempuan satu-satunya yang dicintai?

Rayhan terpaku. Merasa dunia berputar dengan sendirinya. Tidak ada yang lebih terkutuk dari seseorang yang pernah mengkianati pasangannya, meninggalkannya untuk orang lain, dan sekarang berdiri menatap mantan pasangannya itu dengan keinginan bisa mengulang waktu antara mereka dan tidak pernah melepaskannya lagi-­ Hal. 159

Selamat, buku ini sudah bikin perasaanku campur aduk. Aduh pokoknya kalo temanya tentang perselingkuhan gitu aku pasti emosi. Sefryana Khairil sudah mengemas cerita buku ini dengan sangat baik. Tetapi sangat disayangkan banyak typo didalamnya. Kemudian, pada paragraf awal banyak yang spasinya 2 tab, padahal diparagraf lain hanya 1 tab dan ini cukup menggangguku.

Sefryana Khairil sepertinya suka mengangkat tema tentang rumah tangga, sebelumnya aku pernah membaca Sweet Nothings (belum di review :p) yang isinya tentang rumah tangga juga. Oh iya, ini novel dewasa yang ada adegan (hampir panas) jadi mungkin nggak cocok sama ABG, hehehe. Rating yang aku kasih buat buku ini 4 dari 5 bintang.

Happy Reading!

2 komentar:

  1. Your blog looks great...and it's all about books! That's amazing! This book has a lovely cover. I'm curious about this book. It looks good! Did you enjoy reading it? What's your favorite book? :) Wow, you have lots of followers. It shows how great of a blog you have ^.^

    BalasHapus
  2. By the way, I love your blog banner! Did you make that? :)

    BalasHapus