Jumat, 27 Desember 2013

Virtual Book Tour Horror : Penunggu Puncak Ancala


Judul                : Penunggu Puncak Ancala
Penulis             : Indra Maulana, Sulung Hanum, Ageng Wuri, Acen Trisusanto, 
                           Dea Sihotang
Penerbit           : Bukune
Tahun              : 2013


Alam tidak hanya menyuguhkan keindahan, tapi juga menyimpan banyak misteri yang melahirkan rasa takut. Dan, ini adalah kisah kami, para pecinta alam yang ingin melahirkan rasa takut. Dalam perjalanan mendaki gunung, menelusuri gua, menapaki hutan, kami bersentuhan dengan “mereka”-penghuni alam lain yang membuat nyali ciut. Namun, bagi para petualang, ketakutan harus dihadapi. Sebab, kemanapun kami pergi, mereka akan selalu mengikuti.

Sudah sering kita dengar kalau didaerah pegunungan dan hutan-hutan banyak penunggunya. Difilm, sinetron, bahkan cerita dari mulut ke mulut terus menguatkan mitos mengenai adanya makhluk halus tak kasatmata ini. Virtual Book Tour Horror yang diadakan penerbit Bukune benar-benar bisa memuaskan orang-orang yang menyukai cerita mistis dan penasaran dengan kehidupan lain itu.

Ditulis oleh lima orang yang mempunyai kesamaan hobi, yaitu jalan-jalan setiap cerita dalam buku ini mempunyai tempat-tempat yang berbeda seperti Ujung Kulon, Goa Pindul, Gunung Sumbing, dan lain-lain. Setiap penulis menyumbangkan dua cerita mengenai acara jalan-jalan mereka yang diiringi oleh makhluk halus, jadi ada total 10 cerita disertai ilustrasi yang menambahkan kesan horor.
Penulis Buku Ini
Karena di dunia ini tidak ada yang benar-benar hidup, juga tidak ada yang benar-benar mati

Buat orang yang penakut seperti aku, dibutuhkan keberanian bahkan hanya untuk memegang bukunya. Biasanya aku menghindari membaca cerita tentang hantu karena takut tidak berani ke kamar kecil tapi memang cerita tentang hantu selalu membuat ketakutan sekaligus penasaran, adrenalin jadi lebih tertantang. Ah, kalian para penulis buku ini benar-benar pintar menggambarkan suasana mistis sehingga… ‘mereka’ terasa nyata. Tuh kan, jadi merinding :/

Untuk sesaat, jantungnya berhenti berdetak dan mulutnya hendak berteriak.


Bagi yang suka travelling, khususnya ke tempat wisata alam seperti gunung dan goa, berhati-hatilah karena bisa saja kalian bertemu dengan mereka ditempat yang tidak pernah kalian sangka! *nakutin

Psst.. ikuti terus Virtual Book Tour Horror ini karena nanti akan ada giveaway, Dear Readers akan bagi-bagi banyaak buku horor *wink*

Sabtu, 21 Desember 2013

Virtual Book Tour Horror : The Nightmare Side 2



Judul : The Nightmare Side #2
Penulis : Tim Nightmare Side Ardan
Tahun : 2013
Penerbit : Bukune

Selamat datang di Virtual Book Tour Horror !
Buku pertama yang akan dibahas disini adalah The Nightmare Side #2. Buku ini ditulis oleh Tim dari Ardan. Ardan ini adalah salah satu radio di Bandung, siarannya nggak sampai ke Banjarmasin >.< Para penyiar juga bisa nulis buku ternyata. Eh iya, semua profesi juga pasti bisa jadi penulis, hehe.


Sampul buku ini cukup menarik perhatianku, karena kalau dilihat lebih teliti akan muncul penampakan cewek yang duduk diayunan. Hii.. serem banget deh kalau tengah malam, eh nggak sengaja nengok ke sampulnya. Sesuai dengan tagline di sampulnya : Jangan Pernah Membaca Buku Ini Sendirian.

Cerita dalam buku ini adalah cerita-cerita lepas yang semuanya mempunyai satu tema, yaitu hantu. Aku bukan orang yang percaya dengan hantu, tapi membaca cerita disini lumayan bikin merinding. Kenapa aku bilang lumayan? Karena aku tidak membacanya tengah malam dan sendirian! Nggak tahu deh kayak gimana kalau nekat baca tengah malam terus tiba-tiba mati lampu.

Hantu adalah manusia yang sudah mati namun masih bergentayangan. Banyak orang yang percaya tapi banyak juga yang menyangkal keberadaannya. Sering kita mendengar mitos mengenai suatu tempat yang katanya ‘berpenunggu’. Penunggu yang dimaksud jelas bukan petugas jaga malam, tapi orang-orang yang kakinya nggak nginjak tanah. Dibuku ini berbagai cerita mengenai penampakan di kota Bandung dan sekitarnya diceritakan dengan sudut pandang orang pertama, jadi mirip seperti cerita pengalaman nyata. Benarkah ini pengalaman nyata? *Backsound horror.

Buat kamu yang ngaku penggemar cerita horor, suka dengan mitos mengenai hantu, silakan koleksi buku ini, karena ada 3 seri The Nightmare Side yang bisa membuat kamu merinding disko!

Senin, 18 November 2013

#ArisanBuku Athome Book Club : After Rain

Bulan Oktober lalu Athome Book Club berkesempatan untuk mendapatkan 4 buah buku dari Gagasmedia. Kalau kalian belum tahu apa itu Athome Book Club, klik disini. Intinya, klub ini terdiri dari 6 orang, tapi yang ikut Arisan Buku Gagasmedia hanya 4 orang karena salah satu persyaratannya adalah setiap anggota harus memiliki blog. Sebagai koordinator, aku segera memberi kabar ke Herni, Ifah, dan Ririz kalau kami akan dikirimkan buku berjudul After Rain yang ditulis oleh Anggun Prameswari. Novel ini adalah debut sehingga nama Anggun Prameswari sebagai penulis belum pernah kami dengar sebelumnya.



Setelah buku-buku tersebut sampai dialamatku sebagai koordinator, kubawa buku-buku tersebut ke kampus agar anggota yang lain bisa membacanya. Ehh baru saja dibagi, sorenya @hernirramadhani sudah mention kalau dia selesai membaca After Rain dalam satu hari. Kemudian disusul oleh @NorlatifahO. Woow.. cepat sekali mereka melahap buku itu. Aku saja belum membacanya karena ada buku lain yang sedang kubaca.

Nggak mau kalah sama dua orang temanku itu, aku pun membacanya. Eh, kok pemilihan katanya nyaman banget buat dibaca, cocok buat aku. Jadilah aku larut ketika membaca buku itu. Serius, ini debut? Ini sih kayak penulis yang udah nerbitin beberapa buku. Sama seperti kesanku saat membacanya, Ririz bilang kalau ia membaca After Rain pas malam, waktu itu dia nggak bisa tidur jadi memutuskan untuk melahap habis After Rain sambil berurai air mata. Katanya sih nggak tega sama nasibnya Serenade Senja yang mencintai Bara selama 10 tahun tapi malah ditinggal kawin!

Lalu, bagaimana dengan 2 anggota Athome lainnya? Walaupun mereka tidak mendapatkan buku, tapi mereka juga membacanya lho. Kiky, juga meminjamkan bukunya sama adiknya, Hillary. Farida juga membaca buku ini dalam waktu singkat. Setelah semua anggota membaca, kami saling bertanya bagaimana kesan kami terhadap buku itu. Rata-rata (semua) bilang bukunya bagus, mengarukan, dan nggak terima sama perlakuan Bara ke Senja. Ada juga yang bilang ngefans sama Elang. Kami mendiskusikan After Rain sore hari setelah kuliah (SETELAH HUJAN mengguyur kota Banjarbaru) ini murni nggak disengaja.. tapi cocwit kan? Hehe.. Ini pendapat Ifah tentang Buku After Rain : http://norlatifahoctavia.blogspot.com/2013/11/athome-book-club-edisi-after-rain.html

Kabarnya, After Rain ini udah masuk cetakan kedua dalam waktu kurang dari satu tahun dari cetakan pertama. Selamat Mbak Anggun! Nama Anggun Prameswari sekarang semakin dikenal sebagai penulis, apalagi beberapa Book Blogger mengundangnya untuk diwawancarai. Sukses ya Mbak Anggun, ditunggu novel selanjutnya


PS : Thanks Gagasmedia!

Minggu, 20 Oktober 2013

Seru-Seruan Bareng di Workshop Tulis Nusantara

Salah satu wishlist ku untuk tahun ini adalah ikut kelas menulis, dan tercapai! Senang banget pas baca twitternya @nulisbuku kalau tanggal 10 Oktober kemarin ada workshop “Tulis Nusantara” yang disponsori oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Plot Point, dan Nulis buku.



Tahun ini workshop tersebut diadakan di 12 kota di Indonesia. Setiap tahunnya kota-kota lain secara bergantian akan dikunjungi untuk diadakan workshop, biar adil. Jadi sayang banget kalau sampai nggak ikut. Tulis Nusantara itu sendiri apa sih? Silakan cek disini yaa https://www.facebook.com/TulisNusantara


Workshop di kota Banjarmasin diadakan di Arwana Café & Resto. Dimanakah ituu?? Pas dapat email konfirmasi dari panitia yang ngasih tahu tempatnya, aku bengong. Itu dimanaa sihh?? Segera cari info sama teman yang rumahnya didaerah situ. Pagi sebelum workshop, aku sama abah sempat nyari biar nggak nyasar. Ngomong-ngomong nyasar, aku tuh paling jelek peta kognitinya jadi jarang ingat sama jalan, :p

Teman-teman kampusku juga ikutan workshop ini, yaitu Ifah, Iis dan Rima. Kami berempat eksis duduk di paling depan, hehehe.. syukurlah aku duduk di depan karena lupa bawa kacamata.

Jam sebelas kurang aku sampai di Arwana Café & Resto. Kesan pertama adalah panitianya bersahabat. Baru datang langsung disambut hangat oleh Mas Ega dari Nulisbuku.com. Setelah ngambi goodie bag dan dikasih sesajen berupa camilan dan teh es, kami bertiga (karena Rima belum datang) foto-foto dulu. Dan yang memfoto kami adalah penulis yang jadi bintang tamu di workshop ini! Mbak Feby Indirani. Hohoho…

Embedded image permalink

Satu hari sebelumnya aku sempat mention Mbak Feby di twitter, PDKT gitu deh :p nah pas ketemu langsung aku segera mengeluarkan novel Clara’s Medal biar dikasih tanda tangan sama si penulis. Berbunga-bunga banget lah karena bisa ketemu penulis sebaik dan seramah Mbak Feby. Beliau nggak pelit ngasih ilmu dan selalu tersenyum sama semua peserta.


Acara pertama di buka oleh Mbak Feby sebagai pembawa acara, dilanjutkan pembukaan oleh staff dari kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif. Setelah itu Mbak Feby ngobrol bareng seputar pengalamannya menulis. Sebelum terjun menjadi penulis, Mbak Feby adalah jurnalis di Tempo. Wow, pikirku Mbak Feby ini pasti sudah berpengalaman sekali menjadi penulis tapi tetap humble.

Kemudian di buka sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman para peserta. Awalnya nggak ada yang mau, tapi pas diiming-imingi hadiah buku dan pin barulah peserta rame angkat tangan, termasuk aku. Tapi yang dipilih Mbak Feby adalah Ifah yang mendapat buku I can(not) hear your voice tulisan Mbak Feby.


Giliran selanjutnya untuk menyampaikan pelatihan adalah Mas Arief dari Plot Point. Mas Arief ini memakai baju kuning bertuliskan Plot Point. Selama kurang lebih dua jam ditambah coffee break Mas Arief ngasih tips, solusi, dan ide-ide kreatif berhubungan dengan dunia kepenulisan. Mas Arief yang juga editor di Plot Point ini ngasih tahu visi misi Plot Point, naskah apa yang diterima, jadi banyak peserta yang curcol sama dia.


Aku ikutan bertanya sama Mas Arief “Bagaimana sih agar tulisan kita nggak ikut terpengaruh buku yang kita baca, dan nggak berakhir klise?” Gugup banget loh cuma buat nanya ini aja. Huehehe..
Nah, di sesi melanjutkan cerita, aku bertekad aku harus menang dan mendapatkan buku (biar ada oleh-oleh dari workshop ini :p) Alhamdulillah rencanaku tercapai. Aku dapat buku Cerita Cinta Kota yang salah satu penulisnya adalah temanku yang ikut workshop itu : Iis :’) Nanti minta tanda tangan Iis aahh..


Cowok terakhir yang ikut mengisi acara adalah Mas Ega dari Nulisbuku.com. Disini Mas Ega promosi mengenai cara menerbitkan buku di Nulisbuku yang merupakan self publisher pertama di Indonesia dan gratis!! Wooo.. silakan meluncur ke web-nya buat info lebih lanjut. Mas Ega juga yang mengajak kami untuk membentuk komunitas Nulisbuku Banjarmasin (@NBC_Banjarmasin).

Senang deh ikut workshop ini walaupun masih belum tahu ikut lomba tulis nusantaranya atau nggak. Selain dapat buku gratis, goodie bag, kenalan baru, ketemu orang-orang hebat yang inspiratif, pastinya juga ilmu kepenulisan. Asyik!! Nanti diadakan lagi dooong J

Selasa, 01 Oktober 2013

Hurray, Giveaway!!! (21-30 September 2013) Selamat buat pemenang ^^

Yaay, Dear Readers bikin giveaway lagi nih. Silakan isi Rafflecopternya buat ikutan. Sebenarnya giveaway ini dibuat nggak ada alasan khusus maupun dalam rangka apa-apa. Kemarin dikirimin penerbit buku ini tapi aku sudah punya, jadi lebih baik dijadikan hadiah buat giveaway deh. 

Btw, apa kabar nih, teman-teman? Sudah lama aku nggak bikin resensi buku. Alasannya? Masih ketar-ketir karena Bab 1 belum di acc dosen, hiks, tapi masih tetap baca buku kok. Doakan skripsinya lancar yaa ^^ Bagaimana dengan kalian? Ada kesibukan apa nih?

Senin, 23 September 2013

Ini hobiku...

Gambar hari ke-4 di #30daysdrawingchallengewithpartner dengan tema 'ini hobiku'. Tanpa ragu-ragu, aku menggambar ini... Hihihi..

Pesta Buku Murah @Gramedia Veteran

Asyikkkk ada pesta buku murah lagi di Gramedia Veteran (Banjarmasin). Biasanya kan pesta buku murah Gramedia letaknya di halaman parkir depan (parkir mobil), nah kali ini letaknya di belakang parkir motor.

Reaksi pertamaku pas ke Gramedia (7 September) dan liat ada pesta buku adalah Wooow… sambil berusaha menahan reaksi senangku. Nanti dikira kayak orang apa jejeritan sendirian. Kebetulan saat itu baru buka dan pengunjungnya masih sedikit jadi aku bebas untuk ngeliatin satu persatu buku yang ada disitu.

Setelah puas berkeliling sambil, banyak juga buku yang pengen aku beli. Mumpung harganya murah nih, tapi tetap harus memilih mana buku yang benar-benar pengen dibeli. Hehehe..

Ada 3 buku yang aku beli disitu, yaitu Ngeblog dengan Hati, Satin Merah, dan Petualangan Hugo Cabret. Total uang yang aku keluarkan adalah 50ribu.

Aku lupa pesta buku ini sampai tanggal berapa, semoga aja masih lama karena aku pengen nyari buku lagi. Selain pecinta buku gratisan kan, aku juga pecinta buku diskonan ^^

Nah, tanggal 14 September lalu aku beli dua buah buku lagi terbitan Gagasmedia, 2 buah dengan total 20ribu rupiah. Jadi aku beli 5 buah buku dengan harga 70ribu rupiah saja!!


Ada yang sudah kesana? Belanja buku apa saja?

Selasa, 10 September 2013

The Help

Judul : The Help
Penulis : Kathryn Stockett
Penerbit : Matahati
Halaman : 545
Tahun : 2010

 photo img-buku-thehelp.jpg

Film The Help yang aku tonton membuatku ingin membaca bukunya, jadi setelah selesai nonton film itu, aku langsung nyari tahu apakah buku ini sudah ada terjemahannya atau belum. Ketika aku cari di internet, yang menerbitkan buku ini adalah penerbit matahati. Aku pikir pasti sulit untuk mencari buku terbitan matahati di toko buku. Lalu aku ingat bahwa buku-buku matahati didiskon gede-gedean, dan aku masih punya nomor handphone Bapak Ahmad, yang jual buku-buku matahati.

Alhamdulillah, buku seharga 90.000 rupiah ini didiskon lebih dari setengah harga. Aku beli 3 buku hanya 97.500 rupiah (belum ongkir). Pas bukunya sampai dirumah, waduh, ternyata bukunya tebal dan gede. Pantas saja nggak bisa 1 kg = 4 buku seperti biasa.

Buku ini berkisah tentang orang-orang kulit hitam di Amerika pada tahun 1960-an. Waktu itu perbedaan warna kulit adalah hal yang sangat-sangat-sangat penting. Kalau kamu perempuan berkulit hitam, maka takdir kamu adalah menjadi pembantu bagi nyonya-nyonya kulit putih. Sedangkan kalau kamu laki-laki berkulit hitam, takdir kamu adalah melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar.

Pembantu yang menjadi tokoh dalam buku ini ada dua orang yaitu Aibeleen dan Minny Jackson. Entah kebetulan atau nggak, nama kota di buku ini adalah Jackson, Mississipi, sama kayak nama belakangnya Minny. Secara bergantian, sudut pandang berubah dari Aibeleen, Minny, dan seorang kulit putih bernama Miss Skeeter.

Nama asli Miss Skeeter adalah Eugenia Phelan, tetapi pada saat ia lahir, bentuk badannya yang kurus dan panjang membuat kakaknya memanggilnya Skeeter (nyamuk). Sehingga nama itu terus melekat sebagai nama panggilannya. Miss Skeeter berusia 23 tahun dan belum menikah. Ia lebih memilih kuliah dan karir sebagai penulis. Belum menikah diumur segitu adalah aib, maka ibunya Miss Skeeter berusaha keras agar putrinya menikah, ia sampai mengira bahwa Miss Skeeter tidak menyukai laki-laki. Kisah cinta Miss Skeeter dan Stuart menarik untuk diikuti dan sedikit menyedihkan.

Miss Skeeter mempunyai teman di klub bridge sekaligus anggota Liga. Miss Elizabeth adalah nyonya bagi Aibeleen, sedangkan Miss Hilly yang sombong dan berlagak bos adalah nyonya bagi Minny Jackson. Aibeleen adalah pembantu yang sangat menyayangi bayi, lebih sayang daripada Miss Elizabeth kepada anaknya sendiri.

Mulut besar Minny Jackson adalah kekurangannya yang sering membuat masalah. Terutama saat ia menjadi pembantu di rumah Miss Hilly yang jahat. Tragedi Pai Cokelat antara Minny dan Miss Hilly membuat Minny tidak mau lagi bertemu dengan Miss Hilly selamanya, begitu juga bagi Miss Hilly.

Jangan coba-coba untuk memperjuangkan hak sipil, karena setelah selesai bersuara, akan ada hal-hal mengerikan yang terjadi. Orang kulit hitam benar-benar menjadi warga nomor dua. Mereka tidak boleh bersentuhan, memakai kamar mandi yang sama, atau makan dimeja yang sama dengan orang kulit putih. Begitu juga dengan sekolah, tidak ada orang kulit putih yang mau duduk di sekolah yang sama dengan orang kulit hitam.

Bersama dengan Aibeleen dan Manny Jackson, Miss Skeeter membuat sebuah buku yang bercerita mengenai pengalaman para pembantu kulit hitam dalam melayani nyonya kulit putih. Sebuah langkah yang luar biasa berani pada masa itu.

Sama dengan filmnya yang aku tonton lebih dulu, aku juga sangat suka sama buku ini. Terjemahannya nyaman untuk dibaca, tapi cuma aku kasih 4 dari 5 bintang karena endingnya yang gantung padahal masih banyak masalah yang belum selesai.

Psst…Kalau saja Miss Hilly tahu sekarang USA dipimpin sama orang kulit hitam, mungkin dia bakal syok.

Film Adaptasi Buku : Julie & Julia

Aku penasaran sama film ini karena sempat diceritakan dalam buku First Time In Beijing. Pas malam minggu lalu jalan-jalan nyari kaset dvd dan nemu film ini, aku langsung memutuskan untuk beli.


Sampai film ini selesai aku tonton, aku baru tahu kalau Julie & Julia adalah film adaptasi buku yang juga diangkat dari kisah nyata. Julie & Julia adalah dua orang perempuan yang hidup di negara yang berbeda dan pada tahun yang berbeda pula. Kalau Julie tinggal di Amerika Serikat, Julia tinggal di Perancis. Kisah Julie bermula pada tahun 2002, sedangkan Julia pada tahun 1949. Julia meninggal pada tahun 2004 lalu diusianya yang ke 91. 


Tema utama yang diangkat dalam film ini adalah mengenai dunia memasak. Julia yang kesepian karena tidak mempunyai seorang anak memutuskan untuk menekuni dunia memasak agar ia punya kegiatan. Di sisi lain, Julie adalah penggemar berat acara memasak maupun buku yang ditulis oleh Julia. Julie merasa hidupnya monoton dengan pekerjaan yang tidak menyenangkan. Ia menemukan passion nya di bidang memasak karena ia ingin seperti Julia Child.

Selama 365 hari, Julie ingin membuat 524 resep masakan yang ditulis oleh Julia Child. Agar impiannya ini diketahui banyak orang, Julie membuatnya dalam sebuah blog. Jadi ia harus ngeblog selama setahun penuh tanpa absen satu hari pun. Bisa dibayangkan betapa sulitnya hal ini. Aku salut dengan konsistensi yang dimiliki oleh Julie. Nih, intip blognya http://juliepowellbooks.com/blog.html

Kesamaan antara Julie dan Julia adalah dukungan dari suami mereka. Kalau saja suami mereka tidak mendukung, Julia tidak akan menjadi seorang ahli memasak. Begitu pula dengan Julie, ia akan berhenti untuk ngeblog ditengah jalan.

Film ini secara bergantian menampilkan Julia yang hidup di awal tahun 50-an sejak Julia pindah ke Paris sampai ia menjadi penulis, lalu menampilkan Julie yang terobsesi ingin menjadi seperti Julia.

Boleh dibilang film ini datar dan kadang membuatkku menguap, tetapi acting Maryl Streep yang luar biasa membuatku tetap bersemangat untuk menonton. Akting yang ditampilkan benar-benar beda dengan perannya saat di Mammamia dan The Iron Lady. Nggak heran sih dalam film ini dia jadi salah satu nominator dalam Oscar.

Laporan ke Mizan Expo

Hari Senin (2/9) , aku pergi ke Banjarbaru karena mau konsul ke dosen pembimbing. Yeah, sekarang aku lagi nyusun skripsi. Biarpun harinya hujan dari pagi semangat untuk konsul harus tetap menyala, yeyeye!

Setelah selesai urusan kampus, aku makan siang dulu terus ke masjid kampus, terus langsung ke Mizan Expo. Semuanya dilakukan sendirian *krik krik. Awkward moment yang aku alami adalah digodai cowok-cowok yang nampaknya mahasiswa baru, terus pas aku lagi bengong nungguin makanan, datanglah rombongan dosen. Salah satu dosen malah nanya, “ngapain disini?” Aku bilang aja habis konsul skripsi. Terus beliau bilang ”ibu kira kamu sudah lulus”. Aku cengengesan aja sambil bilang “baru mau semester tujuh, bu..” Hehehe… itu cerita selingan aja yah.

Jadi setelah itu aku pergi ke lapangan Murjani, tempat expo itu dilaksanakan. Setiap tahunnya disitu memang diadakan expo oleh pemerintah. Banyak stan yang dibuka. Aku sempat ragu-ragu karena nggak enak banget jalan sendirian, grogi gitu deh. Aku keliling-keliling sambil nyari stannya Mizan. Entah aku yang parno atau memang aku diliatin orang-orang karena cuma aku yang jalan sendirian.

Stan mizan ternyata letaknya diluar, bukan didalam bareng sama stan dari berbagai dinas pemerintahan. Jalanannya lumayan becek karena habis hujan, otomatis karpet di stan tersebut jadi basah, dan ini lumayan mengganggu karena nggak boleh masuk pakai sepatu.

Kesan pertamaku saat melihat-lihat buku disitu adalah “wow, banyak buku baru.” Memang banyak buku-buku best seller nya Mizan, Bentang Pustaka, Qanita, dll yang dijual disitu. Semua buku-buku baru diskon 25%, ada juga buku dengan harga bervariasi dari 7000 rupiah.


Untungnya aku nggak bawa banyak uang, jadi aku cuma beli satu buku setelah berusaha keras agar nggak tergiur sama buku-buku lainnya. Buku yang aku beli adalah The Selection. Sampul buku ini nggak sekece buku terbitan aslinya. Harga buku ini adalah 73.500 tapi kemudian didiskon jadi 48.000. Aku juga pengen beli The Elite yang tampaknya adalah buku kedua dari The Selection, tapi… dengan alasan penghematan maka aku batalkan untuk membeli buku ini. 

Minggu, 08 September 2013

Film Adaptasi Buku : Safe Haven


Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama yang ditulis oleh Nicholas Spark. Aku belum baca bukunya sih, tapi sudah masuk daftar wishlist. Bukunya sendiri katanya akan diterjemahkan oleh Gramedia, seperti buku-buku Nicholas Spark lainnya.

Ini pertama kalinya aku bikin postingan tentang film adaptasi buku, sayang juga kalau nggak ditulis karena aku suka nonton film khususnya yang diadaptasi dari sebuah buku walaupun bukunya belum aku baca. Sebelum Safe Haven, aku pernah juga nonton film yang diadaptasi dari buku Nicholas Spark lainnya seperti The Last Song dan Dear John. Ciri khas dari film-film ini adalah tentang cinta

Di sampul dvd film ini ditulis drama/mystery/romance/thriller. Berhubung aku belum baca bukunya jadi aku nggak bisa nebak jalan ceritanya seperti apa. Yang jelas, sampai filmnya hampir selesai baru aku ngeh tentang jalan ceritanya termasuk tokoh-tokohnya yang ternyata sangat berkaitan satu sama lain.

Sedikit sinopsis film ini, Katie adalah seorang buronan polisi. Dia pergi secara diam-diam pas malam hari untuk kabur. Tuduhan yang dikenakan ke dia adalah seorang pembunuh. Dengan menumpang bis menuju Atlanta, Katie mencoba untuk mencari tempat persembunyian yang aman. Ia merubah penampilannya agar tidak dikenali oleh siapapun. Disebuah perhentian bis, Katie memutuskan untuk tinggal, tidak meneruskan perjalanan menggunakan bis itu.


Katie diperankan oleh Julianne Hough. Sedangkan Alex diperankan oleh si ganteng bersuara seksi, Josh Duhamel. Yang paling aku suka dalam film ini adalah settingnya yang keren banget, di tepi pantai tapi juga ada hutan dan danaunya. Film ini aku kasih 5 dari 5 bintang. 

Minggu, 01 September 2013

Student Guidebook for Dummies [Giveaway] WINNER

Judul : Student Guidebook for Dummies
Penulis : Kevin Anggara
Penerbit : Bukune
Tahun : 2013
Halaman : 260


Kemarin aku mendapat kiriman dua eksemplar buku Student Guidebook For Dummies yang ditulis oleh Kevin Anggara. Kalau kamu belum tahu siapa Kevin, bisa cek blognya. Desain blognya Kevin keren dan penuh dengan hal-hal absurd sebagai ciri khasnya. Dari yang aku baca dari bukunya, gaya Kevin yang ngocol baik di blog maupun twitter membuat editor Bukune tertarik untuk mengajaknya kerjasama sampai akhirnya muncullah buku ini.



Aku pikir awalnya Kevin ini adalah mahasiswa, ternyata masih kelas satu SMA. Anak SMA bikin student guidebook? Hebat juga.. Isi buku ini update banget sama kehidupan pelajar zaman sekarang walaupun tidak semua panduan disini bagus buat ditiru, misalnya tips buat minta uang sama orangtua, atau tips buat mencontek.

Ilustrasi didalam buku ini membuat tulisan Kevin jadi lebih hidup dan lebih lucu. Jadi biarpun halamannya lumayan banyak, tidak membosankan untuk dibaca. Aku jadi ikut bernostalgia mengenang masa sekolah, halah.. Misalnya tentang MOS, sewaktu aku SMA dulu juga MOSnya sama persis kayak yang digambarkan sama Kevin. Malah waktu itu aku nggak bisa tidur semalaman gara-gara tertekan, hahaha..

Diawal tadi sudah aku bilang kalau aku dapat dua eksemplar buku bertandatangan ini. So, aku bakal ngasih satu eksemplar lagi buat satu orang yang beruntung. Buat yang sudah nggak sabar sama giveaway ini, santai.. baca dulu peraturannya ya..
1. Follow Blog ini via GFC/Bloglovin
2. Follow Blog KevinAnggara.com
3. Buat postingan di blog atau note di FB. Kalian harus menuliskan pengalaman saat sekolah, entah itu pengalaman yang menarik, horror, menyedihkan, di bully, makanan di kantin yang enak banget, apa aja deh yang penting menarik dan bisa membuat kalian menang giveaway ini. Jangan lupa postingan/note nya harus memuat foto kalian yang sedang memakai seragam sekolah. Foto harus segokil mungkin tapi tidak SARA dan tidak memuat unsur pornografi, oke? J Kalau bisa fotonya sendirian aja ya, bukan rame-rame. Buat yang sudah lulus, bisa memakai foto jadulnya.
4. Setelah membuat postingan/note taruh linknya di kolom komentar beserta email dan akun GFC kalian.

Giveaway ini berlangsung dari hari ini sampai tanggal 30 Agustus 2013. Kalau selama 2x24 Jam pemenang tidak memberikan alamat melalui email maka akan dipilih pemenang lain. Giveaway ini khusus untuk yang berdomisili di Indonesia, dan berumur minimal 15 tahun.


Good Luck!

* * * * * * *
Tulisan yang kalian kirimkan bagus-bagus, aku jadi bingung milih yang mana. Tapi karena hadiahnya cuma 1, jadi yang aku pilih adalah....
Selamat kepada Vindy Putri!!
Silakan cek email kamu ya!!

Kamis, 29 Agustus 2013

Mizan Expo Banjarbaru (30 Agst - 5 Sept 2013)

Sebelum diprotes gara-gara telat terus ngasih tahu info bazaar buku, jadi aku posting duluan deh. Kemarin baca tweetnya @mizanmediautama kalau dari tanggal 30 Agustus 2013 sampai 5 September 2013 bakalan ada Mizan Expo di Lapangan Murjani, Banjarbaru. Insya Allah aku mau kesana hari Senin ini, buat liat-liat buku. Sebenarnya sudah janji sih nggak beli buku sampai akhir tahun, tapi kalau ada buku inceran dengan harga murah masa ditolak.



Seperti biasa, kalau aku sudah kesana akan aku posting di blog ini. Selamat berburu buku!

July - August Reading Challenge : Novel Tanpa Huruf 'A' {MISSION COMPLETED}


Selama bulan Juli dan Agustus ini Dear Readers akan membuat sebuah Reading Challenge. Mungkin sudah telat ya membuat challenge di tengah tahun seperti ini, tapi nggak apa-apa lah soalnya kelamaan nunggu tahun baru, hehe. Alasan aku memilih bulan Juli dan Agustus adalah karena aku akan libur kuliah sampai September (kalau nggak salah). Jadi lumayan banyak waktu buat baca novel, disamping harus mempersiapkan skripsi *musik horor*

Ide untuk challenge ini muncul ketika aku membaca tweet yang dibuat oleh @melody_violine. Dia mengatakan kalau sedikit sekali temannya yang tidak menggunakan huruf A dalam namanya. Dari situ aku jadi berpikir, judul buku juga sedikit saja yang tidak menggunakan huruf A. Hei, bagaimana kalau dibuat challenge saja?

Jadi, peraturan untuk challenge ini mudah :


  • Kamu hanya perlu membaca buku-buku yang tidak mengandung huruf A dalam judulnya
  • Tidak ada batasan minimal/maksimal buku yang harus dibaca
  • Format buku boleh ebook/printed
  • Semua buku boleh diikutkan, baik fiksi maupun nonfiksi KECUALI komik, buku pelajaran di sekolah ataupun kuliah
  • Jangan lupa untuk memposting challenge ini di blog kamu biar yang lain juga ikutan. 
  • Kalau kamu tidak punya blog, bisa menuliskan buku-buku apa saja yang akan kamu ikutkan dalam challenge ini, kemudian mention aku @myfloya dengan hastag #JARC
Buku yang akan aku baca untuk challenge ini adalah :

1. Rindu (selesai : 3/7/2013)
2. Titik Nol (selesai :18/7/2013)
3. Hidup Love Is Blind (selesai :14/7/2013)
4. The Write Stuff (selesai : 26/7/2013)
5. Spring in London (selesai : 9/8/2013)
6. Winter in Tokyo (selesai :13/8/2013)
7. Little Bee (selesai :15/8/2013)
8. The Help (selesai : 28/8/2013)

Bisa nggak yaa buku-buku ini selesai dalam dua bulan? *ngelirik timbunan* Semoga saja!

______________________________________________________________________________
29 Agustus 2013
Alhamdulillah, berhasil menyelesaikan challenge ini tepat waktu!! Sempat pesimis kalau nggak bakal selesai membaca semua buku diatas karena aku juga selang-seling bacanya sama buku lain yang bukan termasuk dalam challenge ini. Spring in London sama Winter in Tokyo adalah ebook, sedangkan enam novel lainnya adalah printed book. Titik Nol sama The Help tebalnya diatas 500 halaman jadi aku bacanya dicicil, kalau The Help 50 halaman perhari biar nggak mabok. Lega sekali setelah semuanya tuntas aku baca. 

Hei, yang juga ikut challenge ini, apakah kalian masih semangat? Masih ada 2 hari lagi.. ayo dibuka dan dibaca bukunya :D

Senin, 26 Agustus 2013

Goodreads, situs apaan sih?


Pertama kali aku join di Goodreads adalah sekitar tahun 2010. Saat itu aku belum tahu apa-apa mengenai Goodreads. Seingatku waktu itu aku sedang nyari situs untuk membaca secara online, kemudian google menggiringku ke Goodreads. Aku pikir kalau join di GR maka bisa membaca buku secara gratis. Sebuah pikiran yang memang tidak sepenuhnya salah. Di GR, kita bisa mengakses ebook dan ikut giveaway berhadiah buku.

Beberapa kali aku pernah ditanya sama teman-temanku baik secara langsung maupun lewat twitter. “Bagaimana cara membaca buku di GR?” Aku tersenyum. Pertanyaan itu sangat mewakili pemikiranku dulu. Maka aku jawab bahwa GR bukanlah situs untuk membaca buku secara gratisan. Kalau ingin membaca ebook ada situs seperti Netgalley, Guttenberg, atau cari ebook gratisan diberbagai situs lainnya,

Goodreads itu adalah situs untuk memasukkan daftar buku yang sedang dibaca, akan dibaca, buku yang menjadi wishlist, ikut diskusi dengan sesama goodreader, sharing quotes dari buku favorit, ikut challenge, meresensi buku yang sudah dibaca, dan ikutan voting buku favorit tiap akhir tahun.

Aku online di GR bisa dibilang tiap hari untuk update halaman berapa buku yang sedang aku baca, menambahkan buku yang baru aku beli, atau ngecek rating yang diberikan goodreader sebelum aku membeli buku. Untuk yang terakhir ini, berguna banget buat aku karena aku jadi tahu bagaimana penilaian orang lain atas buku itu dan jadi lebih penasaran untuk membaca buku tersebut.

Untuk online di GR kamu tidak hanya bisa mengakses websitenya, tapi juga bisa mengunduh aplikasinya di App Store ataupun Play Store. Aku lebih suka tampilan GR yang aku unduh melalui App Store dibanding Play Store soalnya di App Store pilihan menunya lebih banyak.


Jadi kalau kamu berharap GR adalah situs untuk membaca gratis, kamu siap-siap kecewa. Daripada penasaran, mending kamu juga join di Goodreads. Nanti kamu bakal ngerasain manfaatnya dan bisa ketemu sesama pecinta genre tertentu atau fans dari penulis yang kamu suka. Jangan lupa add Goodreads ku ya : Maya Floria.

[UnforgotTen] Dongeng Patah Hati

Judul : Dongeng Patah Hati
Penulis : Aveline A.T, Callia, Dadan Erlangga, Dodi Prananda, Ina Inong, Kokios Te, Lutfia Khoirunisa, Mahir Pradana, Nurlila Yulvira C, Rafandha, Robin Wijaya, Sanie B. Kuncoro, Shelly Fw, Stephanie Zen
Tahun : 2013
Halaman : iv + 272
Penerbit : Gagasmedia


Buku ini berisi 14 buah cerpen dengan tema patah hati., sesuai dengan judulnya. Jadi semua cerpen disini tidak ada yang berakhir dengan happy ending. Aku lebih suka dengan cerpen yang berakhir patah hati seperti ini karena menurutku lebih masuk akal dan lebih sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Dari ke-14 cerpen yang ada, aku paling suka sama cerpen yang ditulis oleh Stephanie Zen. Cerpen tersebut berjudul It’s Not You, It’s Me. Cerpen ini memberikan semacam pelajaran bahwa sebagai seorang cewek, kita harus menghargai diri kita sendiri, jangan mau berubah hanya demi orang lain. Melalui Sophie, aku ikut menyadari bahwa lebih baik sendiri daripada bersama orang yang tidak menghargai kita.

Aku tidak bisa membayangkan jika aku dan Jordan benar-benar akan menjadi lebih dari teman, lalu suatu saat nanti kami menikah..am I going to spend the rest of my life, wondering whether I’m beautiful enough for him? Rasanya saja sekarang sudah begitu menyiksa, dan aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika menikah nanti aku dihantui perasaan insecure itu sepanjang sisa hidupku.

Alasan lain aku menyukai cerpen ini adalah bahasanya yang tidak berbelit-belit. Kalau 13 cerpen lainnya, bahasanya terlalu puitis dan aku tidak terlalu suka yang puitis. Aku kadang harus membaca ulang suatu kalimat yang tidak aku pahami karena bahasanya yang puitis banget. Selain itu, benda yang dideskripsikan pun tidak jauh-jauh dari mata, bintang, dan hujan. Mungkin karena aku sudah bosan dengan tiga benda itu saking seringnya sebuah buku memakainya untuk menggambarkan suasana yang romantis-melankolis.

Apakah banyak yang suka dengan tema patah hati? Kalau kamu sedang patah hati atau sedang galau, baca aja buku ini. Kamu akan merasa kalau punya banyak teman senasib, apalagi kalau bacanya malam-malam sambil selimutan :p Satu dua cerpen pasti pernah kamu alami sendiri, seperti cinta yang tak tersampaikan, bertepuk sebelah tangan, atau putus begitu saja.

Tarik nafas sebelum membaca buku ini, karena bisa saja cerpen yang kamu baca adalah gambaran dirimu sendiri saat ini.

Minggu, 25 Agustus 2013

Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Judul : Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Penulis : Tere Liye
Tahun : 2013 (cetakan kesembilan)
Halaman : 264
Penerbit : Gramedia


Daun yang jatuh tak akan membenci angin
Aku bukan daun! Dan aku tak pernah mau menjadi daun!
Aku mencintainya, itulah semua perasaanku.
Dan dia jelas-jelas bukan angin

Mencintai seseorang yang berbeda 14 tahun dengan kamu tentunya bukan sebuah dosa. Tidak ada yang salah dengan rasa cinta Tania terhadap orang itu. Dia laki-laki, baik hati, seorang malaikat bagi keluarga Tania yang hanya terdiri dari ia, ibu, dan adiknya Dede. Tania mencintainya sejak ia masih berkepang dua, ia dan Dede bertemu orang itu di sebuah bis kota saat kakinya terkena paku payung.

Sejak kejadian itu, si malaikat sering berkunjung kerumah Tania. Ia bisa dibilang menanggung seluruh biaya untuk Tania dan Dede kembali ke sekolah, memberikan modal untuk Ibu berjualan. Dia laki-laki yang baik, di rumah kontrakannya ia suka mendongeng untuk anak-anak. Tania sangat menyukainya.

Cerita dalam buku ini hanya terjadi dalam satu hari. Dari pukul 20.00 sampai pukul 09.00 keesokan paginya. Tania yang sekarang berambut hitam panjang tumbuh menjadi gadis yang sangat cerdas, cantik, tetapi sekaligus dingin. Setiap malam ia pergi ke toko buku terbesar di kotanya untuk memandangi pemandangan dari lantai dua. Sebagai ganti untuk menikmati malamnya di toko buku itu, ia selalu membeli sebuah buku yang entah kapan akan ia baca. Melalui pemandangan di jendela toko buku itu, ia mengenang tahun-tahun yang ia lalui bersama orang itu. Malam itu, Tania berniat ingin menyelesaikan suatu urusan karena sudah lama ia bersembunyi di Singapura, menyimpan perasaannya yang tidak pernah bersambut.

Tere Liye selalu berhasil membuat sebuah kisah yang menarik untuk dibaca. Judul buku ini yang sangat panjang sama sekali tidak memberi gambaran akan cerita yang ada didalamnya. Setting yang diambil di sebuah toko buku membuatku merasakan kedekatan dengan Tania yang suka membaca buku. Ini pertama kalinya aku membaca buku Tere Liye dengan sudut pandang perempuan. Biasanya selalu kisah dari sudut pandang laki-laki.  

Aku selalu suka dengan gaya bahasa yang digunakan oleh Tere Liye. Aku sering membaca buku dengan gaya bahasa yang puitis agar terlihat lebih romantis, tapi aku tidak cocok dengan buku seperti itu, membuatku mengantuk. Kalau tulisan Tere Liye, gaya bahasanya mempunyai ciri khas tersendiri, bahkan tanpa melihat siapa yang menulispun pasti tahu kalau itu tulisan Tere Liye.


Aku memberikan 5 bintang untuk hampir semua buku Tere Liye yang sudah aku baca. Aku memang keranjingan membaca tulisan-tulisannya. Penulis satu ini memang penulis favoritku dari setahun yang lalu sejak pertama kali aku membaca tulisannya. Pengen banget bisa melakukan wawancara dengan Tere Liye, semoga saja bisa terwujud!