Jumat, 30 Desember 2011

Challenge : Receh for Book(s)

Sewaktu lihat-lihat blog buku dari Indonesia ataupun dari luar, pada rame bikin challenge saya jadi pengen bikin challenge sendiri. Well, challenge yang saya buat disini masih berhubungan dengan buku tetapi bukan membaca sekian buku selama satu tahun ataupun membaca buku dengan judul tertentu. Jadi idenya gini (siapa tahu ada yang mau ikutan) =P



1. Siapkan satu buah celengan, kaleng bekas biskuit atau permen.
2. Masukkan tiap receh yang kamu punya.
3. Receh ini dikumpulkan dari tanggal 1 Januari 2012-31 Desember 2012.
4. Gak boleh dihitung sampai batas tanggal yang ditentukan =P
5. Hanya receh yang boleh dimasukkan, gak boleh uang kertas, nominalnya bebas, dari 50 rupiah sampai 1000 rupiah.
6. Pas sudah 31 Desember 2012, hitung uangnya. Belikan buku, entah buku buat kamu sendiri, atau buat orang lain :)

Okee.... mari kita laksanakan challenge ini :D semoga recehnya bisa terkumpul banyak

Rabu, 28 Desember 2011

Sampul buku favorit tahun 2011

 
Buku-buku diatas mungkin ada yang tidak diterbitkan di tahun 2011. Tapi berhubung saya baru baca buku tersebut ditahun ini, maka saya masukkan dalam 'Sampul buku favorit tahun 2011'. Apa sampul buku favoritmu?

Selasa, 27 Desember 2011

Perfect Chemistry

Judul : Perfect Chemistry
Penulis : Simone Elkeles
Halaman : 451
Penerbit : Terakota
Tahun : 2011


Perfect chemistry waktu itu sempat booming di GR, banyak teman-teman #BBI yang baca dan ngasih rating bagus sama buku ini. Apa yang spesial dari perfect chemistry? Bukannya cerita cinta dimana-mana sama aja? Well, sempat skeptis juga sih waktu baca sinopsisnya. Cowok-miskin-bandel yang jatuh cinta sama cewek-cantik-populer-kaya. Ah, paling-paling jadi kayak sinetron-sinetron kacangan.

Saat membaca halaman awal, saya mulai tertarik dengan gaya bercerita yang digunakan oleh Elkeles. Soalnya jarak antar bab tidak terlalu banyak, dan saya tipe orang yang cepat bosan kalau dalam satu bab terlalu banyak halamannya. Selain itu, setiap bab diceritakan secara bergantian. Jadi ada bab Brittany, terus ada bab Alex, dan seterusnya. Itulah menurut saya yang jadi kekuatan di perfect chemistry.

Perbedaan latar belakang ekonomi dan budaya menimbulkan gesekan di SMA tempat Alex dan Brittany bersekolah. Alex yang anggota geng seringkali memandang Brittany sebelah mata, begitu pula sebaliknya.  Sampai akhirnya mereka menjadi partner dalam sebuah proyek Kimia. Benih-benih cinta mulai muncul, namun mereka tidak mau mengakuinya. 

Sama seperti buku-buku YA lainnya, banyak adegan 'panas' maupun kata-kata 'jorok' yang muncul. Cerita dari sudut pandang Alex penuh dengan fantasi porno --" pantesan dibelakang bukunya tertulis '18+' =P Tapi overall menarik kok, kasih sayang Brittany terhadap kakaknya yang mengalami gangguan mental cukup mengharukan.

Catching Fire

Judul : Catching Fire
Penulis : Suzanne Collins
Halaman : 420
Penerbit : Gramedia
Tahun : 2010



Kebahagiaan yang dialami oleh Peeta dan Katnis karena memenangkan Hunger Games rupanya tidak berlangsung lama. Aksi Katnis memakan buah berry dianggap Capitol sebagai pemberontakan. Presiden Snow murka dan merencanakan sesuatu agar Katnis tidak dijadikan simbol pemberontakan. Hal paling mengejutkan dalam sejarah Hunger Games terjadi diperayaan Hunger Games ke-75 ini. Membuat hidup Katniss dan Peeta berubah sama sekali.

Catching Fire merupakan sekuel dari Hunger Games. Masih menegangkan seperti buku pertamanya. Namun endingnya gantung banget. Bikin penasaran sama Mockingjay (buku ketiga) yang kabarnya akan terbit Januari 2012 di Indonesia.

Sama seperti buku sebelumnya, catching fire juga aku kasih 5 bintang. Jalan ceritanya susah ditebak dan kadang-kadang bikin deg-degan. Kalau di Hunger Games terlihat jelas bagaimana perasaan Katniss yang begitu melindungi adiknya, Prim, maka di catching fire, Peeta lah yang dilindungi Katniss. Mungkin ia ingin membalas budi kepada Peeta. Tapi bagaimana ya jadinya hubungan Katniss dan Gale? Aku sih sebenarnya lebih setuju kalau Katniss sama Gale aja =P

Rabu, 21 Desember 2011

The English Roses

Judul : The English Roses
Penulis : Madonna
Halaman : 50
Penerbit : Gramedia
Tahun : 2003

Ukuran buku dan tulisan yang besar, serta banyaknya gambar yang mendominasi isi buku mengindikasikan bahwa English Roses merupakan buku untuk anak-anak. Khususnya untuk anak-anak cewek yang biasanya punya geng disekolahnya. English Roses terdiri dari empat orang gadis cilik bernama Nicole, Amy, Charlotte, dan Grace. Mereka bersahabat dan selalu bersama-sama. Lalu ada seorang lagi gadis cilik bernama Binah. English roses iri kepada Binah karena ia cantik. Binah tidak mempunyai seorang teman, ia seringkali sendirian, dan hidupnya sangat menyedihkan. Suatu malam, english roses bertemu dengan ibu peri. Ibu peri itu mengajak english roses untuk melihat bagaimana kehidupan Binah yang sebenanrnya.

English Roses hanya berisi satu buah cerita. Yap, benar-benar pendek pokoknya! Namun pesan moral yang ingin disampaikan Madonna sangat jelas, yaitu jangan memilih-milih dalam berteman. Buku ini sangat cocok untuk dihadiahkan kepada seorang gadis cilik, entah itu anak, adik, keponakan, ataupun sepupu kita.

Terjawab juga akhirnya rasa penasaran saya terhadap buku yang ditulis oleh Madonna ini. Selain penyanyi terkenal, rupanya ia masih bisa menyelipkan waktu untuk menulis. Buku pertama dari lima buku ini seluruh uang dari penjualannya akan disumbangkan kepada Spirituality for kids foundation. English Roses mungkin memang diterbitkan karena nama besar Madonna, namun kita bisa melihat bahwa Madonna tidak cari untung kok dalam penjualan buku ini :)

Jumat, 16 Desember 2011

Matilda

Judul : Matilda
Penulis : Roald Dahl
Tahun : 2010
Penerbit : Gramedia


Mempunyai anak yang sangat cerdas, tidak membuat Mr dan Mrs Wormwood bangga terhadap Matilda. Sejak berusia empat tahun, anak itu sudah bisa membaca dan menghapal perkalian. Saat ayahnya bekerja dan ibunya bermain bingo, Matilda memilih untuk pergi ke perpustakaan kota dan melahap semua buku yang ada disana.

Saat Matilda masuk sekolah, Mrs. Honey menyadari bahwa Matilda berbeda dengan anak seusianya. Usul Mrs Honey untuk memindahkan Matilda kekelas yang lebih tinggi ditentang oleh Mrs Trunchbull, sang kepala sekolah. Mrs Trunchbull merupakan kepala sekolah paling mengerikan yang pernah ada. Ia sama sekali tidak menyukai anak-anak dan sangat gemar menyiksa mereka.

Setiap Kamis, Mrs Trunchbull mengunjungi kelas Matilda untuk melihat sejauh mana kemampuan anak-anak itu. Sambil menguji kemampuan berhitung satu persatu anak-dan menyiksa mereka jika salah- Mrs Trunchbull memaki-maki semua anak dan juga Mrs Honey. Ketika itulah Matilda menyadari bahwa dirinya memiliki sebuah kekuatan.

Masa lalu Mrs Honey yang menyedihkan membuat Matilda bertekad ingin membantu guru kesayangannya itu. Berhasilkan Matilda menolong Mrs Honey? Apa sebenarnya yang dialami Mrs Honey sehingga ia sangat miskin?

Buku ini sudah lama aku cari-cari dan akhirnya bisa aku dapatkan setelah dibelikan seorang teman. Katanya lagi ada diskon dan harga buku ini cuma 7 ribu rupiah :D Tapi aku cuma memberikan 3 bintang buat Matilda. Karena aku sudah menonton filmnya dan lebih terkesan dengan film daripada buku aslinya :)

Senin, 12 Desember 2011

Akhirnya...

Seminggu sudah sejak blog ini dihapus oleh google (7 Desember 2011). Akhirnya kemarin dikembalikan lagi setelah mendapat email oleh Google Team. Rupanya mereka membalas keluhan yang aku kirimkan waktu itu. Berikut merupakan email balasannya :
We apologize for any inconvenience you may have experienced. The issue you described should now be resolved....
Ah, lega sekali rasanya ketika blog ini bisa diakses lagi. Padahal saya sudah sempat membuat blog baru di wordpress :) Lalu, kenapa blog ini dihapus oleh google? Pasti semua orang bertanya-tanya, termasuk saya sendiri. Mungkin 'mesin' google mengidentifikasi saya melakukan pelanggaran term and conditions, saya juga tidak mengerti... Untunglah setelah email keluhan yang saya kirim, team google mau membacanya dan mengembalikan blog saya :)

Welcome back to my blog!

Sabtu, 03 Desember 2011

Hunger Games

Judul : Hunger Games
Penulis : Suzanne Collins
Halaman : 408
Penerbit : Gramedia
Tahun : 2009



Entah kenapa, sewaktu membaca Hunger Games ini, yang terlintas dipikiranku adalah 'sabung ayam'. Yah kalau dipikir-pikir memang mirip sih, tetapi perbedaan hunger games dengan sabung ayam adalah : jika sabung ayam, kita mengadu ayam kita dengan ayam milik orang lain untuk mengetahui ayam mana yang lebih hebat, maka yang diadu di hunger games adalah... MANUSIA!

Sebuah negara bernama Panem, mempunyai ibukota yaitu Capitol. Nah, untuk memperingati pemberontakan yang dilakukan oleh penduduk di 12 distrik terhadap Capitol, maka diadakanlah hunger games. Setiap tahun, satu orang anak laki-laki dan satu orang perempuan dari distrik 1 hingga 12 yang berumur 12 tahun atau lebih wajib mengikuti hunger games. Dimana mereka nantinya akan ditempatkan disebuah area pertarungan agar saling membunuh hingga pada akhirnya hanya ditemukan satu orang pemenang. Pertarungan ini akan disiarkan secara detail oleh stasiun televisi sehingga masyarakat akan mengetahui seperti apa keadaan yang dihadapi oleh masing-masing peserta.

Katniss dan Peeta mewakili distrik 12. Katniss merupakan seorang perempuan yang pandai berburu, ia mempunyai adik bernama Prim. Sebenarnya Prim yang harus ikut hunger games, tetapi Katniss menggantikannya karena ia sangat menyayangi adiknya tersebut. Sedangkan Peeta adalah anak seorang tukang roti yang diam-diam menaruh hati pada Katniss.

Sungguh pertarungan yang mendebarkan, karena kita akan menantikan siapa yang selanjutnya akan terbunuh, atau siapa yang akan bertahan sampai akhir. Tentu saja kita berharap kejadian ini tidak pernah terjadi didunia nyata, karena akan sangat mengerikan.

Setelah hunger games, akan ada lagi seri yang kedua yaitu catching fire dan mocking jay. Semoga bintang 5 yang saya kasih buat hunger games tidak turun di dua buku selanjutnya ^o^

Senin, 21 November 2011

Little Prince-Pangeran Kecil

Judul : Little Prince-Pangeran Kecil
Penulis : Antoine de Saint-Exupery
Penerbit : Gramedia
Halaman : 112
Tahun : 2009



Alasan saya membeli novel ini adalah begitu banyak rekomendasi yang mengatakan bahwa novel ini bagus untuk dibaca segala usia. Maka dengan sikap saya yang suka ikut-ikutan, akhirnya saya membelinya :). Disamping itu, saya sendiri lumayan suka dengan buku cerita anak. Karena biasanya didalamya terdapat imajinasi tinggi yang jarang ditemukan dalam novel remaja ataupun dewasa. 

Setelah saya membaca pangeran kecil, saya berkesimpulan bahwa novel ini ternyata lebih cocok dibaca oleh orang dewasa. Karena novel ini berisi kritikan terhadap sikap orang dewasa yang begitu aneh. Ketika kita dewasa cara pikir kita menjadi sempit. Tidak sama seperti saat kita masih anak-anak : begitu bebas dan menyenangkan. Dunia orang dewasa yang monoton digambarkan dalam bentuk planet-planet kecil yang dikunjungi si pangeran kecil. Ceritanya sangat sederhana, namun begitu banyak pelajaran yang bisa kita ambil.

Saat pangeran kecil mengunjungi Bumi, ia bertemu dengan seorang pedagang di gurun pasir. Pedagang yang merupakan si 'aku' adalah sosok orang dewasa yang sering berbagi cerita dan filosofi hidup dengan pangeran kecil.

Pangeran kecil sendiri sebenarnya merupakan wujud seorang anak yang ingin menyampaikan cara pandangnya terhadap orang dewasa yang kerapkali tidak menghargai kreativitas seorang anak dan menghindari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan anak. Seperti saat si 'aku' menggambar seekor ular Boa yang memakan gajah, semua orang dewasa mengatakan bahwa itu adalah gambar topi. Akhirnya si 'aku' tidak mau lagi meminta pendapat orang dewasa dan lebih memilih untuk membicarakan politik, golf, dan hal lain yang disenangi orang dewasa.

Aggelos

Judul : Aggelos
Penulis : Harry K. Peterson
Penerbit : Mizan Fantasy
Halaman : 514
Tahun : 2011



Kisah cinta yang terlarang sebenarnya bukanlah tema baru. Seperti kali ini, kisah cinta terlarang antara manusia dengan aggelos atau malaikat. Sebuah kisah yang berakhir klise? mungkin. Viola Mondru, seorang balerina yang sangat berharap bisa mengikuti pertandingan balet di Caleste Pons. Sudah sejak lama Viola menginginkan menjadi pemenang pertandingan balet paling bergengsi ini. Tahun lalu ia gagal, maka tahun ini ia bertekad untuk menjadi pemenang. Syarat yang harus dipenuhinya adalah memiliki seorang pengiring yang akan memainkan musik untuknya saat menari balet. 

Pertemuan Viola dengan Slaven, seorang laki-laki aneh yang tinggal diseberang rumahnya membuat Viola lebih bersemangat mengikuti kontes balet tersebut. Pasalnya, Slaven memiliki kemampuan bermain biola yang sangat sempurna. Sama seperti permainan yang ada didalam kotak musik yang tak sengaja ditemukan Viola dikamarnya. Sebuah kotak musik misterius yang mampu menyedot kesadaran siapapun yang mendengarnya.

Sayangnya, balet yang saya harapkan menjadi inti dari cerita ini malah menjadi bumbu pelengkap saja. Sementara perasaan Viola kepada Slaven yang menjadi pengiringnya untuk kontes tersebut begitu ditonjolkan. Pokoknya si Viola ini terlalu menye-menye, padahal dia sendiri sudah punya pacar!

Nggak nyangka ini novel asli Indonesia. Penulisnya bernama (atau nama samaran?) Harry K. Peterson, setting novelnya di Selandia Baru, covernya pun begitu asing. Tahunya ini novel Indonesia pas saya lihat nggak ada nama penerjemahnya :) Sebenarnya novelnya bagus, tapi kenapa harus dibuat menyerupai novel terjemahan? Apakah ini strategi baru agar pembaca mau membeli buku ini? Saya kira tidak perlu membuat sebuah novel menjadi kebarat-baratan, yang penting adalah orisinalitas ide si penulis itu sendiri. 

novel ini available for swap yaa :)

Rabu, 16 November 2011

Negeri Van Oranje

Judul : Negeri Van Oranje
Penulis : Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, Rizky Pandu Permana
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun : 2009
Halaman : 478




Beginilah jadinya kalau novel ditulis secara keroyokan. Cerita yang ada dinovel ini pun berasa keroyokan juga. Sebenarnya ceritanya standar, namun setting yang berada di Belanda mampu menambah poin plus. Jadi, 5 tokoh yang sedang belajar di Belanda untuk meraih S2 ini ceritanya berasal dari Indonesia, namun dari daerah dan latar belakang yang berbeda. Karena diantara mereka berlima hanya ada satu orang cewek yaitu Lintang, alhasil Lintang diperebutkan. Lintang sendiri sebenarnya lebih menyukai Geri, walaupun Lintang sudah memiliki pacar.


Perjuangan mendapatkan cinta Lintang sepertinya menjadi pondasi dinovel ini. Disamping itu, acara jalan-jalan yang sering dilakukan oleh Aagaban (geng Lintang cs) juga mendominasi, ditambah banyaknya tips-tips yang diberikan untuk bisa survive di Belanda.


 Ada satu hal yang membuat saya lumayan terganggu saat membaca novel ini sejak awal. Yaitu banyaknya catatan kaki dan penjelasan yang saya rasa tidak begitu penting. Apalagi catatan kaki yang menurut saya sangat jayus.

Lalu, kenapa diberi judul Van Oranje? Teryata karena Van Oranje adalah orang yang dianggap sebagai pendiri negeri Belanda atau 'Bapak Bangsa'. Yah, awalnya aku pikir karena di negeri Belanda banyak bangunan-bangunan berwarna oranye, hahaha.

[Here]

Jumat, 11 November 2011

Gadis Jeruk

Judul : Gadis Jeruk
Penulis : Jostein Gaarder
Halaman : 252
Tahun : 2011
Penerbit : Mizan



Georg yang sekarang berumur lima belas tahun tiba-tiba mendapat surat dari ayahnya yang sudah meninggal sebelas tahun yang lalu. Surat itu ditemukan berada dikereta merah milik Georg sewaktu ia masih bayi. Tak seorangpun pernah menemukan surat itu sebelumnya. Ketika surat itu ditemukan, hanya Georg yang berhak untuk membacanya, karena surat itu khusus untuknya.

Surat yang penuh misteri itu dituliskan oleh Jan Olav sebelum ia meninggal. Hampir seluruh isi surat itu menceritakan tentang seorang gadis yang diberi nama gadis jeruk. Jan Olav tampaknya mencintai si gadis jeruk. Namun ia tidak pernah tahu siapa gadis itu, mengapa ia selalu membawa berkilo-kilo jeruk dipangkuannya dan mukanya mirip seekor tupai.

Disamping itu, Jan Olav juga menanyakan perihal teleskop Hubble kepada Georg. Bagaimana ayahnya bisa tahu bahwa Georg sedang memiliki proyek ilmiah di sekolah mengenai teleskop itu? Apa hubungan antara gadis jeruk dengan teleskop ruang angkasa?

Novel filsafat yang sangat romantis! lagi-lagi Jostein Gaarder memadukan antara dongeng dengan surat. Sesuatu yang biasa ia lakukan semenjak menulis Dunia Sophie. 5 bintang buat si gadis jeruk.

Rabu, 09 November 2011

Letters To Sam

Judul : Letters To Sam
Penulis : Daniel Gotlieb
Tahun : 2011
Halaman :
Penerbit : Gagas Media



Bagi kebanyakan orang, memiliki keluarga yang menyandang autisme seringkali dianggap sebagai sesuatu yang memalukan. Tetapi, dimata seorang kakek yang sudah duduk dikursi roda selama puluhan tahun, Sam dianggap mewakili keajaiban pertumbuhan seorang anak.

Bekerja sebagai psikolog membuat Daniel bisa memahami perkembangan cucunya. Sejak Sam bayi, anak itu sudah menunjukkan gejala-gejala autisme. Beruntungnya Sam dikelilingi oleh orangtua dan kakek yang tetap mencintainya.

Sam kecil yang baru berumur empat tahun mendorong kakeknya untuk menuliskan surat cinta, yang bisa jadi tidak akan pernah bisa untuk dibaca oleh Sam. Dalam kumpulan surat ini kita akan menemukan banyak pelajaran hidup. 

Surat yang dituliskan Daniel sama sekali tidak menggurui, karena ia sendiri lebih mengajak kita untuk belajar dari pengalaman yang ia bagikan kepada pembacanya. 4 bintang untuk surat cinta kakek kepada cucunya!

Psst.. karena surat-surat ini dituliskan oleh psikolog, jadinya aku berasa sambil baca buku kuliah tapi versi yang lebih menyenangkan. Hahaha

Kamis, 03 November 2011

Little Giveaway : My 1st Giveaway :)

Setelah lama nggak ngeblog dikarenakan kesibukan UTS  :p akhirnya saya kembali bisa berkutat didepan laptop (baca : internetan) dan berhubung lemari buku saya sudah penuh lagi dan ada setumpuk buku yang belum tahu kapan bisa selesai dibaca :O akhirnya saya memutuskan untuk membuat giveway ini. Cuma giveaway kecil-kecilan sih, bukan buku baru, tapi baru satu kali saya baca dan kondisinya masih bagus pastinya :))

Ini dia buku yang akan jadi hadiah di giveway ini :




SATU orang pemenang akan mendapatkan DUA buku, pemenang akan diumumkan pada tanggal 1 Desember 2011.

Caranya mudah :
1. Follow blog ini
2. Tinggalkan komen
3. Rekomendasikan buku baru yang menurut kamu wajib buat dibaca!

Nah, syaratnya mudah kan? Ayo ikut, siapa tahu kamu beruntung :))
Good Luck

Selasa, 25 Oktober 2011

Smile

Judul : Smile
Penulis : Raina Telgemeier
Tahun : 2011
Penerbit : Gramedia


Bagi seorang gadis, apalagi yang sedang memasuki masa pubertas penampilan adalah hal yang paling utama. Tidak ada satu orang gadis pun yang ingin terlihat jelek, terutama dihadapan lawan jenis. Namun, Raina harus menghadapi kenyataan bahwa ia kehilangan dua gigi depannya.

Tentu saja kehilangan gigi depan adalah hal yang sangat memalukan. Raina dibuat kesakitan dan tidak percaya diri. Untungnya orangtua Raina termasuk orangtua yang cepat tanggap terhadap anaknya. Raina dibawa ke orthodentis untuk memeriksakan giginya.

Raina pun disarankan untuk memakai kawat gigi dan gigi palsu. Disinilah penderitaan Raina muncul. Ia merasa sangat tersiksa dengan kawat gigi itu. Makan jadi tidak enak, penampilannya pun sering diejek teman-temannya.

Perpaduan antara cerita cinta Raina yang bertepuk sebelah tangan dan kelucuan-kelucuan akibat melihat nasib Raina kadang membuat saya tidak bisa menahan tawa. Membaca novel ini juga sangat menyenangkan, selesainya pun cepat. Mungkin memang disinilah kelebihan novel grafis. Kita bisa ikut melihat langsung bagaimana muka Raina saat ia memakai kawat, dan juga complicated nya kehidupan anak ABG serta kelucuan mimik muka Raina yang tentu saja hanya bisa kita bayangkan jika membaca novel biasa.

Karena saya tidak pernah memakai kawat gigi, Smile membuat saya memahami bagaimana perasaan orang yang memakai kawat gigi. Disini saya melihat bahwa kita seharusnya memang memakai kawat gigi jika gigi kita benar-benar bermasalah, bukan hanya untuk gaya-gayaan semata atau hanya untuk mengikuti tren.

Selain itu, juga saya mendapat pelajaran bahwa orangtua di Amerika sangat care terhadap pertumbuhan gigi anak-anaknya. Tidak seperti di Indonesia, ke dokter gigi saja kita jarang :p. Jadi, saya memberikan 4 bintang untuk novel grafis satu ini yang gambarnya benar-benar terlihat hidup.

Selasa, 18 Oktober 2011

Shadowland

Judul : Shadowland (Seri Immortals #3)
Penulis : Alyson Noel
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2011
Halaman : 433



Setelah Ever berubah menjadi immortal, ia tidak bisa lagi bersentuhan secara langsung dengan Damen. Karena ditakutkan jika DNA mereka bertukar, maka Damen akan mati. Satu-satunya cara agar mereka bisa bersatu lagi adalah penawar yang dimiliki oleh Roman, kekasih Drina.

Kematian Drina di Bluemoon menyebabkan Roman dendam kepada Ever. Roman tidak ingin menyerahkan penawar itu begitu saja. Ada sesuatu pada diri Ever yang diinginkannya.

Sebenarnya fokus masalah pada serial ketiga ini bukanlah penawar yang dimiliki oleh Roman. Melainkan kehadiran orang ketiga ditengah hubungan Ever dan Damen. Ketika Ever mencari pekerjaan untuk musim panas, ia bertemu dengan seorang laki-laki tampan bernama Jude. Jude yang memiliki toko buku dan alat mistis terlihat menyukai Ever, sebaliknya, Ever malah berusaha menyembunyikan perasaannya pada Jude. Ia meyakinkan dirinya bahwa Damen-lah laki-laki yang ia cintai.

Kemunculan kembali si kembar Romy dan Rayne juga ikut membuat hubungan Ever dan Damen menjadi renggang. Si kembar yang tinggal dirumah Damen membuat Ever merasa tersisihkan.

Banyak yang bilang, semakin kesananya novel ini semakin jelek. Saya sendiri merasa diawal memang agak lebay, tapi tetap bikin penasaran. Mungkin yang lebay itu kisah cinta Damen dan Ever yang kadang terasa terlalu romantis.

Diakhir cerita, penulis sengaja membuat pembacanya penasaran dengan ending yang dibuat menggantung. Agar bisa menguak misteri Jude dan rencana Roman, kita harus membaca buku selanjutnya yaitu Dark Flame.

Senin, 17 Oktober 2011

Kim

Judul : Kim
Penulis : Rudyard Kipling
Tahun : 2011
Penerbit : Bentang Pustaka
Halaman : 453



Dari halaman awal membaca novel ini, saya sudah tidak bisa 'merasuk' kedalamnya. Mungkin saya memang tidak cocok dengan gaya bahasa yang seperti ini. Seperti yang disampaikan penerjemahnya pada kata pengantar, Kim ditulis dengan gaya prosa liris. Setting yang agak meloncat-loncat juga membuat saya sering bingung sedang ada dimana, atau siapa tokoh yang tiba-tiba muncul. Selain itu, istilah dan tempat yang kurang familiar juga menghambat saya untuk menikmati Kim.

Diceritakan bahwa di India datanglah seorang Lama dari Tibet yang ingin mencari sungai anak panah. Pencarian ini dimaksudkannya untuk menyucikan diri. Kim yang menguping pembicaraan antara Lama dengan seorang penjaga museum, tertarik dengan gagasan lama tentang sungai tersebut. Maka diam-diam Kim mengikuti sang Lama dan menjadikan dirinya sebagai chela atau murid. 

Ternyata Kim juga memiliki pencariannya sendiri. Ia diramalkan oleh ayahnya yang berkulit putih akan melihat sapi berwarna merah diladang hijau. Ketika ramalam itu terbukti, Kim semakin dihormati. Karena ayahnya seorang sahib, Kim kemudian disekolahkan untuk menjadi sahib pada sebuah sekolah Kristen.

Sosok Kim yang mudah bergaul menjadikannya dekat dengan semua orang, terutama Mahbub Ali seorang pengikut Muhammad yang juga pedagang kuda. Kim sering disuruh Mahbub Ali untuk menyampaikan pesan rahasia mengenai kudanya, setelah itu Kim akan mendapatkan upah.

Novel ini kaya akan pepatah-pepatah India, yang walaupun kalau diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia artinya menjadi kurang bisa dipahami. Juga keberagaman agama yang dianut masyarakat India dan kepercayaan masyarakat tentang orang suci, kutukan, dan jimat.

Terakhir, jangan salah mengira bahwa novel ini tentang Korea yaa.. soalnya judulnya Kim, aku sempat tertipu waktu itu :D

Selasa, 11 Oktober 2011

The Witches

Judul : The Witches
Penulis : Roald Dahl
Penerbit : Gramedia
Tahun : 2002
Halaman : 240



"Penyihir sungguhan tidak memiliki jari kaki, berkepala botak, berkuku lancip, dan ludahnya biru" Itulah yang selalu dikatakan oleh Grandmamma. Boleh percaya boleh tidak. Jumlah penyihir di Norwegia sangatlah banyak, namun di Inggris jauh lebih banyak lagi. Penyihir itu hanya mempunyai satu misi : melenyapkan anak-anak diseluruh dunia!

Lalu, bagaimana cara agar kita bisa menjauh dari penyihir itu?
Rupanya penyihir bisa jadi siapa saja! Asalkan orang itu wanita. Ia mungkin guru disekolah, perempuan penjaga kasir, atau perempuan baik hati yang selalu kau temui. Tetapi kita bisa membedakan mereka dari manusia normal. Caranya, lihat apakah dia memakai wig? suka memakai sepatu berujung lancip, dan ludahnya biru?

Suatu hari, seorang anak kecil yang berperan sebagai tokoh utama namun sejauh yang aku ingat tidak pernah disebutkan namanya pergi berlibur ke Hotel Magnificent bersama Grandmamma dan tikus-tikus miliknya. Ketika ia bermain dengan tikus tersebut, ia tanpa sengaja terperangkap dalam sebuah ruangan dimana berlangsung konferensi penyihir tingkat dunia!

Disana ia melihat temannya, Bruno Jenkins dijadikan tikus oleh ratu penyihir. Ratu itu baru saja mengujicobakan ramuan terbarunya. Siapa saja yang meminum ramuan itu akan menjadi tikus dalam beberapa waktu. Si anak yang ketahuan sedang mengintip, ditangkap oleh ratu penyihir, dan dijadikan tikus juga.

Berhasilkan ia kembali menjadi manusia? Atau tetap menjadi tikus selamanya?

Waktu kecil, aku bisa dibilang jarang dibelikan buku cerita. Jadi aku nggak tahu cerita yang satu ini, dan baru baca sekarang pas sudah kuliah. Tetapi ceritanya masih bikin aku penasaran. Apalagi kalo yang baca anak kecil ya? Pasti jadi lebih seru lagi >.<

Sabtu, 01 Oktober 2011

Charlie and The Chocolate Factory

Judul : Charlie and The Chocolate Factory
Penulis : Roald Dahl
Halaman : 200
Tahun : 2002
Penerbit : Gramedia




Kemisikinan menjadikan Charlie Bucket hanya bisa membeli satu batang coklat selama satu tahun, yaitu pada hari ulang tahunnya. Coklat itu biasanya ia simpan dan hanya digigit sedikit demi sedikit sehingga baru habis setelah beberapa bulan. Charlie yang tinggal bersama keempat kakek-neneknya serta ayah dan ibu harus rela makan dengan sangat sederhana. Kadang mereka makan roti, tapi lebih sering makan kubis encer.

Coklat memang sesuatu yang sangat disukai Charlie. Namun pabrik coklat milik Mr. Wonka jauuh lebih menarik baginya. Setiap hari saat pergi ke sekolah, Charlie selalu berhenti digerbang pabrik itu. Mendongakkan kepalanya, kemudian menghirup aroma coklat yang begitu sedap.

Sejak pabrik itu ditutup untuk umum, tidak pernah ada satu orangpun yang melihat ada pekerja pabrik yang keluar masuk. Tetapi pabrik itu tetap beroperasi seperti biasa. Semua orang penasaran, siapa yang menjalankan pabrik itu?

Sebuah sayembara diadakan oleh Willi Wonka. Ada 5 tiket emas yang harus ditemukan didalam bungkus coklat buatannya. Barangsiapa yang menemukan tiket tersebut, akan berkeliling selama satu hari penuh dipabriknya dan mendapatkan persediaan coklat selama seumur hidup!!

Tentu saja Charlie sangat menginginkan hal ini, setelah beberapa kali mencoba akhirnya sebuah keberuntungan datang kepadanya. Di Pabrik itu petualangan Charlie dimulai bersama keempat anak lainnya yang juga mendapatkan tiket. Lucunya, satu persatu anak tersebut menghilang karena kenakalannya. Ada apa dibalik menghilangnya satu persatu anak tersebut? Temukan keanehan-keanehan yang terjadi dibuku ini!

Sudah lama pengen baca buku ini, akhirnya dapat pas swap sama mbak Astrid. Alhasil pas tadi siang bukunya sampai, langsung aku baca sampai habis, hehe. Sebenarnya pengen ngasih 5 bintang, tetapi ceritanya masih bisa lebih menarik lagi menurutku. Jadi 4 bintang saja deh ^^

Jumat, 23 September 2011

The Candy Makers

Judul : The Candy Makers
Penulis : Wendy Mass
Penerbit : Atria
Halaman : 556
Tahun : 2011




Asosiasi Pengusaha Gula-Gula kembali mengadakan kontes membuat permen tahunan. Dari 32 region akan dipilih masing-masing satu anak yang berumur 12 tahun untuk mengikuti kontes ini. Empat anak yang berlatih di Life is Sweet adalah Logan, Daisy, Miles, dan Philip.

Berada di pabrik permen bukan sesuatu yang asing bagi Logan. Sebagai anak dari Sang Pembuat Permen di Life is Sweet, ia menghabiskan sepanjang harinya untuk melihat proses pembuatan permen. Bermacam-macam permen dibuat disini. Bahan-bahannya pun tersedia di dalam pabrik. Ada hutan tropis, danau, tempat penangkaran lebah, dan tentu saja penyimpanan bahan rahasia.

Logan bertugas untuk menyambut ketiga anak lainnya yang akan berlatih di Life is Sweet. Ia berharap akan memiliki teman-teman baru. Logan tidak pernah bersekolah di sekolah umum, juga jarang keluar rumah. Maka ia bisa dibilang tidak mempunyai teman selain pekerja di pabrik. Miles dan Daisy memang baik, tetapi Philip bisa dibilang anak terakhir yang ingin kamu jadikan sebagai teman!

Diantara mereka berempat, ternyata masing-masing memiliki rahasia yang tidak bisa kita duga sebelumnya. Miles yang senang membicarakan kehidupan setelah kematian, Daisy yang kelewat ramah, kelakuan Philip yang menyebalkan, sampai luka-luka yang dimiliki Logan.

Siapakah yang akhirnya memenangkan kontes ini, mendapatkan uang 1000 dollar dan permennya dicetak massal?

Setiap jalan cerita dinovel ini akan diceritakan secara bergantian dari masing-masing tokoh. Jadi kita tidak hanya melihat cerita ini dari satu sudut pandang. Menarik, kan? Pokoknya novel ini akan membuat kita penasaran dari halaman awal sampai halaman akhir!

Senin, 19 September 2011

The Body Finder

Judul : The Body Finder
Penulis : Kimberly Derting
Tahun : 2011
Halaman : 336
Penerbit : HarperTeen



Saat usianya delapan tahun, Violet memiliki kemampuan untuk menemukan mayat. Ia bisa merasakan dan mendengar bunyi mayat disekelilingnya. Tidak hanya itu, ia juga bisa mengenali pembunuh ataupun orang-orang yang pekerjaannya sehari-hari berhubungan dengan mayat. 

Selain kedua orangtuanya serta paman dan bibinya, hanya Jay lah yang mengetahui kemampuan Violet. Jay sudah menjadi sahabatnya sejak masih kecil. Seseorang yang dikemudian hari menjadi laki-laki yang dicintai Violet. Tapi apakah Jay juga mencintai Violet?

Kota tempat tinggal Violet digemparkan dengan kasus pembunuhan perempuan-perempuan muda. Satu persatu perempuan tersebut menghilang. Saat ditemukan oleh Violet, mereka semua sudah menjadi mayat. Beberapa dari mayat tersebut merupakan orang yang dikenal Violet. Oleh karena itu, ia bertekad untuk mengungkap siapa pembunuh sebenarnya.

Sayangnya tanpa diduga oleh Violet, ia sendiri merupakan target pembunuhan selanjutnya...

Perpaduan antara kisah cinta dan drama pembunuhan mewarnai kisah di YA ini. Kadang ada juga chapter yang  menceritakan pembunuhan dari sisi sang pembunuh. Agak seram juga sih.. Tapi cerita cinta yang disajikan lumayan berimbang dengan horornya pembunuhan.

Bintang 3 aku kasih buat novel bahasa Inggris pertama yang aku baca ini :))

Senin, 12 September 2011

Lola Rose

Judul : Lola Rose
Penulis : Jacqueline Wilson
Tahun : 2007
Penerbit : Gramedia
Halaman : 304



Mempunyai istri yang cantik tidak membuat ayah Jayni mencintai istrinya. Malah sebaliknya, ia selalu memukuli Mum terutama jika ia sedang bad mood. Tidak tahan diperlakukan terus seperti itu, Mum mengajak Jayni dan Kenny untuk kabur. Mereka kabur ke London dengan membawa uang sepuluhribu poundsterling hadiah lotre yang dimenangkan Mum.

Agar tidak ditemukan Dad, mereka bertiga mengubah namanya. Mum menjadi Victoria Luck, Kenny menjadi Kendall, dan Jayni menjadi Lola Rose. Jayni cukup menyukai namanya yang baru. Itu membuatnya seperti sosok yang lebih kuat.

Kelakuan Mum yang kekanak-kanakan kadang membuat Lola Rose lah yang berperan menjadi ibu. Terlebih saat Mum berada dirumah sakit. Lola Rose harus mengurus Kendall  dan dirinya sendiri. Untunglah ada Bibi Barbara yang mau membantu mereka. Sayangnya, kemudian Dad datang dan menemukan tempat persembunyian mereka.

Dari dulu aku suka karyanya Jacqueline Wilson. Tapi Lola Rose sepertinya 'barat' banget. Mungkin disana ini termasuk kategori novel anak-anak, tapi jelas bukan contoh yang baik buat anak-anak di Indonesia. Soalnya banyak kata-kata kasar dan umpatan yang diucapkan Mum kepada anak-anaknya maupun sebaliknya. Begitupun kehidupan Mum dengan pacar barunya.

Just Patty

Judul : Just Patty
Penulis : Jean Webster
Tahun : 2010
Halaman : 270
Penerbit : Orange Books



Saat membaca Just Patty, ada ketakutan dalam diri saya bahwa buku ini akan mengecewakan sama seperti Eight Cousins. Dibab-bab awal saya masih menyesuaikan diri dengan gaya bercerita Jean Webster. Tapi setelah bab berikutnya saya mulai menyukai cerita didalam buku ini.

Just Patty menceritakan tentang tiga anak perempuan yang sudah kelas 3 SMA disebuah sekolah asrama katolik. Ketiga anak itu adalah Patty, Conny, dan Priscilla. Mereka bersahabat dekat dan sedikit bandel. Diantara mereka bertiga, bisa dibilang Patty lah bos dan otak dari semua kenakalan. Ada-ada saja ide Patty yang bisa membuat seisi sekolah heboh. 

3 bintang saya beri untuk novel yang ceritanya lumayan konyol ini. Saya kadang membayangkan bagaimana reaksi orang zaman dahulu yang membaca novel ini. Mungkin akan lebih lucu dan menghibur lagi mengingat 100 tahun yang lalu hanya sedikit novel yang diterbitkan.

Minggu, 04 September 2011

Detektif Conan volume 63

Judul : Detektif Conan volume 63
Penulis : Aoyama Gosho
Tahun : 2011
Penerbit : Elexmedia



Banyak yang menunggu komik Conan 63 ini karena di volume yang lalu Conan muncul dengan wujud Shinichi. Sayangnya, di Conan 63 kemunculan Shinichi ini terlalu sebentar. Setelah menyelesaikan kasus orang yang mati ketika menyetir, Shinichi kembali menjadi Conan.

Kasus kedua dan ketiga melibatkan grup detektif cilik. Pada kasus kedua lokasi pembunuhan terjadi di restoran sushi. Sedangkan pada kasus ketiga, ayah Genta menjadi tersangka percobaan pembunuhan.

Yang paling saya suka adalah kasus keempat yang berjudul Penyihir Perak. Walaupun rada seram, akhir dari kasus ini malah lucu. Apalagi ketika saya tahu wujud sebenarnya penyihir perak tersebut.

Akhir-akhir ini Conan terbitnya lebih cepat. Semoga Conan 64 juga segera terbit. Soalnya disitus-situs online, Conan sudah bisa dibaca sampai volume 70-an.

Kamis, 01 September 2011

Inkheart

Judul : Inkheart
Penulis : Cornelia Funke
Penerbit : Gramedia
Tahun : 2009
Halaman : 534


Sewaktu baca buku ini saya jadi berharap punya kekuatan  yang sama seperti Mo. Mampu mengeluarkan tokoh yang ada didalam sebuah buku dengan suara kita terdengar seperti sebuah keajaiban. Tapi kemampuan inilah yang kemudian membahayakan hidup Mo dan Meggie, serta membuat istrinya masuk kedalam buku yang ia baca.

Capricorn dan Basta yang dikeluarkan Mo dari Tinteherz megacaukan segalanya. Mereka menculik Mo agar bisa mengeluarkan emas dan harta karun lainnya. Ia ingin menjadi penguasa dunia. Bersama Staubfinger yang juga tokoh dari Tinteherz, Farid dari kisah 1001 malam, dan Elinor bibinya Meggie yang gila buku mereka berusaha melepaskan diri dari Capricorn.

Buku tentang buku. Seperti itulah kira-kira gambaran yang tepat tentang buku ini. Kecintaan tokoh-tokohnya pada buku membuat saya merasa tidak sendirian didunia ini. Mo yang bekerja sebagai 'dokter buku' merawat buku dengan sangat hati-hati. Meggie juga selalu membawa beberapa buku yang ia sukai jika ia dalam perjalanan. Dan Elinor, perempuan yang menganggap buku sebagai anaknya hingga rumahnya penuh sesak dengan buku.

Pengen nyari novel bagian II dari trilogi ini, tapi sayangnya nggak nemu ditoko buku :'(

Rabu, 24 Agustus 2011

Kedai 1001 Mimpi

Judul : Kedai 1001 Mimpi
Penulis : Valiant Budi
Penerbit : Gagasmedia
Tahun : 2011
Halaman : xii + 444


"Kabayan? Mafi kabayan?"
Kira-kira kalau ada yang bertanya seperti itu, kemungkinan besar dia orang Bandung, kan? Atau minimal dia menyangka kita orang Bandung?
Eits, sepertinya kita sudah terkecoh dengan kata 'kabayan'. Kabayan disini bukan kata dalam bahasa Sunda. Tapi bahasa Tagalog yang artinya saudara. Kekeliruan semacam ini sering dialami Valiant Budi (Vabyo) ketika ia berada di Arab Saudi. Ia sering disangka orang Filiphina karena perawakannya yang tinggi besar.

Keberadaan Vabyo di Arab Saudi bisa dibilang iseng. Ia bercita-cita menjadi TKI agar bisa menulis buku tentang Arab. Maka ia mendaftar untuk bekerja sebagai barista disebuah kedai kafe Internasional : Sky Rabbit. 

Ketika ditempatkan di kota Alkhobar, Vabyo mengalami semua hal yang selama ini tidak pernah ia bayangkan. Arab Saudi yang kita anggap sebagai negeri yang alim karena disana terdapat Baitullah ternyata tidak melulu berisi orang-orang yang juga alim.

Saya sendiri ikut miris membaca pengalaman Vabyo. Antara rasa sedih, kesal, dan kadang ketawa terpingkal-pingkal karena buku ini benar-benar lucu. Empat bintang buat Vabyo atas buku yang awalnya ingin diberi judul 'Arabia Undercover' ini. Cerita tentang perilaku orang Saudi sudah pernah saya baca di The Girls of Riyadh dan Princess, jadi tidak terlalu kaget lagi. Tapi buku ini harus diberi label 'dewasa' atau '17+' karena tidak cocok untuk dibaca anak-anak. Banyak adegan tidak senonoh yang muncul dihampir semua bab. Banyaknya typo juga harus diperbaiki agar pembaca tetap merasa nyaman.

Senin, 22 Agustus 2011

Maya-Misteri Dunia dan Cinta

Judul : Maya-Misteri Dunia dan Cinta
Penulis : Jostein Gaarder
Penerbit : Mizan
Tahun : 2008
Halaman : 458




Tahun 2000 memang masih dua tahun lagi. Tetapi banyak orang sudah berkumpul di Pulau Taveuni, Fiji. Pulau yang berjulukan date-line itu dipilih untuk menyaksikan pergantian millenium baru karena disanalah tahun baru akan terjadi lebih dulu dibanding belahan bumi yang lain. Dengan menaiki sebuah pesawat kotak korek api, Frank Andersen menuju Pulau itu. Disana, sudah ada penulis asal Inggris bernama John Spooke, pasangan suami-istri dari Spanyol Ana dan Jose, serta Laura, dan Bill yang perannya tidak terlalu signifikan.

Masih dengan teknik surat-menyurat, Gaarder berusaha untuk merangkum proses evolusi manusia dari sudut pandang ahli biologi evolusioner. Frank yang mempunyai profesi sama dengan Vera, mantan istrinya bercerita tentang perjalanan yang ia alami di Fiji. Surat yang disampaikan oleh Frank hanya dalam bentuk satu arah. Tidak seperti Dunia Sophie maupun Bibbi Bokken dimana tokohnya saling berkirim surat. Surat-surat yang ditulis Frank ini dinarasikan oleh John Spooke dengan catatan tambahan diakhir cerita.

Surat untuk Vera yang dikirimkan Frank berjumlah 343 halaman. Ia menceritakan perenungan-perenungannya mengenai alam semesta. Keindahan alam di Fiji serta banyaknya spesies-spesies yang ditemuinya semakin menguatkan pendapat Frank tentang evolusi. Agak jengkel kadang ketika Frank menunjuk seekor katak maupun berudu sebagai nenek moyang bangsa manusia. Frank seakan-akan berterimakasih kepada hewan-hewan tersebut karena telah menjadikannya seorang manusia.

Selain keindahan alam Fiji, ada hal lain yang menarik perhatian Frank yaitu Ana dan Jose. Pasangan dari Spanyol itu mengatakan sesuatu yang misterius. Dalam bahasa Spanyol mereka saling melontarkan kalimat-kalimat yang aneh namun penuh teka-teki. Frank yang mengerti bahasa Spanyol diam-diam menguping pembicaraan pasangan itu dan mencatatnya. Sesuatu mengenai Ana kembali membuat Frank penasaran. Ia merasa pernah bertemu dengan Ana. Ketika ia bertanya kepada Jose dan Ana, laki-laki itu marah sedangkan istrinya tertunduk diam.

Rasa frustasi Frank terhadap Ana membuatnya ingin minum minuman keras. Maka ketika ia sampai dikamarnya, ia bertemu seekor tokek yang ia namakan Gordon. Sesuai merk minuman itu. Percakapan imajiner antara Frank dan Gordon terjadi. Masih membahas tentang tujuan penciptaan alam semesta, Gordon terlihat menggurui Frank dan bersikap sok bijaksana. Percakapan ini ikut mendominasi isi surat Frank terhadap Vera.

Setelah perenungan yang panjang dalam isi surat itu, Jostein Gaarder memberikan kita kejutan sehingga memutarbalikkan fakta atas apa yang selama ini kita yakini. Melalui percakapan dengan Jose, Frank mulai percaya bahwa kejadian yang kita alami saat ini-lah yang memengaruhi kita dimasa lalu. Jose mengajak Frank untuk bermain dengan dongeng-dongeng mengenai Ana yang sangat mirip dengan lukisan terkenal karya Goja yang bernama Maya. Siapakah sebenarnya Ana yang mempunyai nama belakang Maya? Apakah ia adalah wanita yang hidup dua ratus tahun yang lalu?

Berbicara Seni
Gaarder memberikan ‘bumbu’ berupa misteri lukisan La maja desnuda (Maya telanjang) dan La maja vestida  (Maya memakai baju). Sampai saat ini memang belum diketahui secara pasti siapa model dari lukisan itu. Imajinasi Gaarder terhadap asal-usul siapa model dari kedua lukisan Maya sangat menarik. Kalau mau melihat lukisan ini, kita bisa berkunjung ke Prado, Spanyol. Lukisan ini dipamerkan sejak tahun 1901.

Mengajak untuk Merenung
Seperti ciri khas tulisan-tulisan karya Gaarder lainnya, Maya mengajak kita untuk merenung. Apakah penciptaan dunia ini terjadi secara tidak sengaja? Atau karena sudah direncanakan?

Seseorang bertanya : Seberapa besarkah kemungkinan sesuatu tercipta dari ketiadaan? Atau tentu saja seballiknya: berapa besarkah kemungkinan sesuatu ada untuk selamanya? Dan apakah bahkan mungkin untuk menghitung kemungkinan suatu materi kosmos menyeka tidur berabad-abad dari matanya suatu pagi dan tiba-tiba terjaga, menyadari dirinya sendiri? (hal 432)

Evolusi manusia memang sudah lama menjadi perdebatan oleh kalangan agama maupun ilmuwan karena dianggap meniadakan penciptaan Tuhan. Namun tidak ada salahnya kita belajar asalkan tidak ikut mempercayainya. Melalui 52 manifesto kita diajak untuk berpikir lebih jauh mengenai manusia, alam semesta, kematian, dan juga cinta. Jika saat kita sekolah dulu belajar evolusi terasa sangat membosankan, maka kita perlu untuk membaca karya Gaarder yang satu ini.

Pendapat Saya
Buku ini lumayan 'berat' karena membahas filsafat dan evolusi sekaligus. Saya benar-benar harus berkonsentrasi saat membacanya. Apalagi untuk memahami percakapan yang dilakukan oleh Jose dan Ana. Sampai sekarang pun banyak kata-kata yang masih belum saya pahami. Jalan cerita kadang agak membingungkan. Saya harus kembali kehalaman sebelumnya agar 'nyambung'. Untungnya, catatan tambahan oleh John Spooke membuat saya bisa memahami keseluruhan cerita dinovel ini. Untuk itu saya hanya memberi 3 bintang.

Tentang Penulis
Jostein Gaarder terkenal melalui novelnya Dunia Sophie yang menjadi best seller diseluruh dunia dan diterjemahkan kedalam lima puluh tiga bahasa. Sebagai mantan guru filsafat, ia selalu menyelipkan filsafat kedalam novel yang ia tulis. Penulis asal Norwegia ini tanggal 8 Agustus lalu baru saja berulang tahun yang ke-59. Ia mendirikan Sophie Foundation bersama istrinya, Siri yang didanai dari royalti Dunia Sophie.

Minggu, 21 Agustus 2011

Shadow Light

Judul : Shadow Light
Penulis : Putu Felisia
Penerbit : Gradien
Tahun : 2011
Halaman : 280

Sangat jarang ada penulis Indonesia yang berani menulis buku bertema action. Tapi inilah yang dilakukan Putu Felisia. ShadowLight merupakan perpaduan antara drama action dan romantisme. Shadow adalah nama samaran dari seorang laki-laki bernama Joong. Pembunuh berdarah dingin yang keberadaannya sangat misterius. Sedangkan Light, nama aslinya adalah Lee Shin. Anak dari pemilik sebuah perusaahan majalah. Selain sebagai wartawan, ia juga berprofesi sebagai detektif di organisasi ISM.

Pembunuhan seorang pimpinan majalah pria dewasa membuat Lee Shin bertemu dengan Agni. Perempuan itupun pembunuh berdarah dingin. Dengan niat awal ingin memasukkan Agni kepenjara, Lee Shin malah jatuh cinta kepadanya.

Sayangnya, Agni tidak mengetahui bahwa Lee Shin adalah Light. Laki-laki yang membunuh kekasihnya, Shadow.

Tokoh utama dinovel ini bukanlah Shadow walaupun judulnya ShadowLight. Karena Shadow tidak pernah muncul secara nyata. Ia muncul dari cerita orang-orang atau ingatan yang dialami tokoh-tokoh utama yaitu Lee Shin, Agni, dan Fox. Fox sendiri adalah laki-laki yang juga mencintai Agni. Ia juga terlibat organisasi Death Hand dan merupakan seorang assasin. Sebenarnya saya berharap Shadow atau Joong lebih banyak muncul. Soalnya kata penulisnya, Joong itu terinspirasi dari aktor Korea Kim Hyun Joong, dan saya salah satu dari fansnya *eh

Alur dinovel ini menarik. Banyak konflik didalamnya dan penuh adegan berdarah *hehe. Tokoh-tokoh beserta organisasi hitam yang muncul membuat kita membayangkan adegan di film-film action. Sayangnya, perpindahan tempat yang terjadi tidak dieksplor terlalu dalam. Padahal ada Hokkaido, Korea Selatan, Paris, Bali, Jakarta, dan Bandung. Mungkin penulisnya ingin menekankan bahwa pembunuh dan organisasi ini berskala internasional. Kemudian saya berharap novel ini berbentuk sekuel. Karena endingnya masih gantung.


About the cover... I really love it! 

Bagi yang ingin tahu behind the scene dari ShadowLight, bisa langsung meluncur keblog penulisnya : Kedai Baca Putu Felisia

Filosofi Kopi


Judul : Filosofi Kopi
Penulis : Dee Lestari
Format : Ebook



Untuk pertama kalinya saya membaca karya Dee Lestari. Dalam satu buah kumpulan cerpen dan prosa ini saya dapat menangkap gaya bercerita Dee yang menurut saya ‘sastra banget’. Dalam buku ini akan kita temukan tulisan-tulisan bertema cinta secara tersirat. Terdiri dari 18 cerpen dan prosa dengan Filosopi Kopi sebagai bintang utamanya.

Kecintaan seorang barista bernama Ben terhadap kopi membuatnya berkeliling dunia. Demi mendapatkan rahasia untuk meracik kopi yang sempurna. Sampai dirasa cukup, Ben balik ke Indonesia dan membuka kedai kopi bersama Jody. Kedai yang dinamainya ‘Kedai Koffie’ berubah menjadi ‘Filosofi Kopi’ karena Ben lebih suka memaknai setiap kopi yang ia buat. Ketika ada pelanggan yang datang, Ben akan memberikan kartu berisi makna kopi yang diminum si pelanggan.

Sebuah tantangan diberikan kepada Ben. Ia diminta membuat kopi yang berfilosopi dengan kata sempurna’. Imbalan 50juta akan didapatnya jika berhasil. Siang malam Ben berusaha membuat kopi itu. Sampai akhirnya ia mendapatkan uang 50juta. Namun ada seorang laki-laki yang datang ke kedainya, mengatakan kopinya biasa saja. Ada kopi yang lebih nikmat dari kopi buatan Ben. Kopi yang dibuat oleh bapak tua dipelosok Jawa Tengah. Ben dengan kemarahannya mencari kopi yang katanya lebih enak dari buatannya itu. Bersama Jody, ia bertekad untuk membuktikan kebenaran ucapan lelaki dikedainya.

Ketimbang cerpen-cerpen yang ditulis Dee, saya lebih menyukai prosa. Prosa-prosa yang ada lebih mengena. Tanpa harus berpanjang lebar Dee bisa merangkum kisah dalam bentuk prosa yang pendek dan tidak bertele-tele. Madre yang sekarang jadi bukunya Dee yang terbaru sepertinya mirip ya dengan Filosofi Kopi. Soalnya berupa kumcer dan prosa juga.

Bagi yang ingin ikut berfilosofi bersama Dee, bisa klik link ini untuk mendownload ebook-nya.

The Innocent Man

Judul : The Innocent Man
Penulis : John Grisham
Penerbit : Gramedia
Halaman : 552
Tahun : 2011
http://www.bookoopedia.com/id/book/id-37804/the-innocent-man-tak-bersalah.html



Di Amerika banyak orang tak bersalah yang dijatuhi hukuman seumur hidup. Bahkan hukuman mati. Pada suatu malam, Debra Sue Carter diperkosa dan dibunuh didalam apartemennya. Polisi segera mengamankan TKP, mengambil sampel sidik jari, rambut, dan bukti-bukti yang bisa mengarahkan siapa pelakunya.

Kehabisan akal karena tidak kunjung mendapatkan petunjuk, polisi menangkap Ron Williamson berdasarkan aduan oleh Glen Gore yang mengaku melihat Ron bersama Debra pada malam saat ia terbunuh. Dennis Fritz ikut ditangkap dengan alasan ia adalah teman dekat Ron. Begitulah kasus ini berjalan. Sejak tahun 1983 sampai 1999 Ron dan Dennis dipenjara atas kejahatan yang tidak mereka lakukan.

Ron Williamson memang pembuat onar. Ia sering mabuk-mabukkan, mengonsumsi obat terlarang, pergi ke klab-klab malam untuk memburu wanita, dan menderita depresi. Saat SMA ia dikenal sebagai seorang atlit baseball. Karirnya bagus. Sayangnya ia tidak bisa menghentikan kebiasaan-kebiasaan buruknya. Terakhir, ia mengalami cedera dan impiannya hancur.

Berada dipenjara membuat Ron semakin depresi. Semua orang menganggapnya gila. Sayangnya, ia tidak dibolehkan untuk masuk ke Unit Perawatan Khusus.

Tidak hanya Ron dan Dennis. Tommy Ward dan Karl Fontenot juga bernasib sama. Sampai sekarang mereka masih berada dipenjara atas tuduhan membunuh Danice Haraway. Bedanya, tidak ada bukti fisik yang bisa meringankan keduanya sehingga pembunuh sebenarnya tidak diketahui.

Untuk pertama kalinya John Grisham menulis cerita non-fiksi. Ia tertarik dengan kasus yang dialami Ron ketika ia membaca New York Times dua hari setelah Ron dikuburkan. Setelah melakukan riset dan penulisan selama delapan belas bulan, akhirnya the innocent man bisa rampung. Banyak kenyataan pahit tentang sistem peradilan yang dibeberkan oleh Grisham. Sebagai mantan pengacara, Grisham sendiri terkejut dengan apa yang ditemuinya saat melakukan riset dan wawancara.

Empat lembar foto yang dimuat dihalaman tengah membuat saya bisa membayangkan orang-orang yang ikut terlibat dalam kasus ini. Walau sudah lama terjadi, saya masih bisa merasakan penderitaan yang dialami oleh mereka yang tak bersalah saat harus mendekam puluhan tahun dipenjara.

Sikap Ron memang memuakkan semua orang. Ia menyusahkan orangtua dan kakak-kakaknya. Tetapi kita tidak bisa langsung menuduh bahwa ia seorang pembunuh. Sebenarnya bukti yang dibeberkan saat persidangan beserta saksi sangatlah lemah dan aneh. Namun para penegak keadilan sepertinya menutup mata terhadap semua ini. Hanya karena insting mereka mengatakan Ron-lah pelakunya.

Dari dulu saya memang menyukai cerita yang didasarkan pada kisah nyata. Menurut saya John Grisham berhasil menampilkan cerita yang utuh beserta karakteristik tokoh dan tempat. Sehingga saya memberikan 4 bintang untuk buku ini.


Lomba Estafet Review Buku

Yang saya tag untuk ikut :
Ana
Peri_hutan
Ririz
Fca
Ndarow
Annisa_Anggiana
Mia
Iis
Adrian

yang ingin di tag juga, bilang2 yaa ^o^

Senin, 15 Agustus 2011

Detektif Conan Volume 62

Judul : Detektif Conan 62
Penulis : Aoyama Gosho
Penerbit : Elexmedia
Tahun : 2011



Baru sempat bikin resensi Detektif Conan 62 nih. Padahal hari ini kabarnya Conan 63 sudah terbit ya? Hehe.. Di Conan 62, ada 4 kasus pembunuhan. Dengan satu kasus utama. Kasus pertama sambungan dari volume 61, yaitu kakaknya Azusa yang dituduh membunuh. 

Kasus kedua dibunuhnya suami dari seorang istri mantan atlit Judo. Nah, si istri ini minta bantuan Eri Kisaki, ibunya Ran karena suaminya merasa dibuntuti oleh orang yang tidak dikenal. Tetapi, ketika mereka sampai dirumah sang suami sudah ditemukan tewas.

Kasus ketiga merupakan kasus utama. Ini bagian yang paling seru : Shinichi Kudo is back!! Sayangnya, Shinichi hilang ingatan. Dan yang lebih menghebohkannya lagi, Shinchi dituduh melakukan kesalahan analisis terhadap kasus satu tahun yang lalu. Selain itu, Shinichi menjadi tersangka kasus pembunuhan. Ia dipergoki memegang pisau dan bajunya berlumuran darah. Disinilah tugas Heiji Hattori untuk menemukan siapa pembunuh sebenarnya.

Kasus keempat cuma muncul sedikit karena bersambung ke volume selanjutnya ^^. Bintang 4 deh buat Conan 62. Soalnya sudah lama menunggu kedatangan Shinichi. Akhirnya terobati juga kangennya. Hehe. Btw, ada gosip yang berhembus kalau pemimpin BO adalah Prof. Agassa. Bagaimana pendapat kalian? 


Selasa, 09 Agustus 2011

Suddenly Supernatural : Kat Si Medium Penakut

Judul : Suddenly Supernatural : Kat Si Medium Penakut
Penulis : Elizabeth Cody Kimmel
Penerbit : Atria
Tahun : 2011
Halaman : 168



Menjadi gadis dengan kemampuan supernatural bukanlah hal yang diinginkan oleh Kat. Pasalnya, ia adalah seorang yang sangat penakut. Kekuatannya sebagai medium yang bisa melihat arwah membuatnya harus terus berhubungan dengan dunia hantu. Sayangnya, takdir ini tidak bisa lepas dari hidup Kat. 

Kat mendapat tugas untuk mata pelajaran Komunikasi Dasar, ia berencana membuat proyek fotografi bersama sahabatnya, Jac. Dan objek yang akan ia amati adalah rumah tua bergaya Victoria disebelah rumahnya. Saat Kat masuk sendirian kedalam rumah itu, Kat mengambil beberapa foto. Tanpa sengaja, foto itu menangkap bayangan seorang anak laki-laki bernama Tank.

Kat merasa ia harus menolong anak laki-laki itu. Ia dan Jak mengumpulkan petunjuk mengenai siapa anak ini. Mengapa ia tidak bisa melihat dan berbicara dengan Kat? Dibantu oleh Orin, sang penyembuh mereka bertiga mengajak bicara Tank dan menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi pada Tank.

Saya suka sekali dengan novel ini. Awalnya saya sempat parno gara-gara ada kata 'hantu' pada sinopsisnya. Tapi setelah dibaca, sama sekali tidak menakutkan. Malah terkadang lucu. Membacanya pun tidak terasa berat, halamannya yang memang tipis membuat saya tanpa terasa sudah tamat membacanya.

Kamis, 04 Agustus 2011

Perhaps You (Buntelan dari Gagasmedia)

Judul : Perhaps You
Penulis : Stephanie Zen
Penerbit : Gagasmedia
Tahun : 2011
Halaman : vi + 442



Meraih gelar sarjana diusianya yang ke 18 tahun dari universitas di Singapura menunjukkan bahwa Abby adalah seorang cewek yang cerdas. Pulang ke Indonesia ia menjadi pegawai administrasi disebuah perusahaan lampu yang terkenal. Sebenarnya bisa saja Abby langsung mendapat jabatan yang lebih tinggi karena ia adalah anak pemilik perusahaan itu. Tapi ia ingin menunjukkan bahwa ia bisa meraih kesuksesan tanpa adanya embel-embel 'anak bos'.

Sebentar saja, Abby menunjukkan prestasi kerja yang bagus. Ia diangkat menjadi kepala divisi. Abby yang dingin dan terlalu serius bekerja membuat mamanya khawatir bahwa Abby akan sulit mendapatkan cowok. Mamanya tidak tahu kalau Abby mempunyai seseorang yang ia cintai selama delapan tahun. Cowok itu jugalah yang membuat Abby menutup hatinya untuk cowok lain dan membangun benteng yang tinggi kepada cowok disekelilingnya. Sayangnya Daniel dan Abby sudah lost contact semenjak mereka lulus SMP.

Kehadiran Chris yang awalnya ditanggapi Abby dengan dingin ternyata mampu meluluhkan Abby. Dimulai dari curhatan Chris di BBM saat ia mabuk dan memanggil Abby dengan 'Baby' sampai ciuman pertama yang ia alami bersama Chris. Abby dibutakan oleh cinta. Dulu ia sangat 'lurus' dalam hal apapun. Sekarang ia malah  menjadi selingkuhan. Ya, Chris sudah mempunyai pacar bernama Ferra. Disaat sudah ketahuan selingkuh, Chris malah bingung harus memilih yang mana...

Sudah lama saya tidak membaca novel bergenre percintaan. Maka Perhaps You bisa menjadikan saya terhanyut oleh rasa sakit yang dialami Abby karena ia menjadi orang ketiga dalam suatu hubungan. Abby yang sewaktu SMA mengikuti akselerasi juga pernah saya alami. Tetapi untungnya saya tidak pernah menjadi orang ketiga :)

Ada satu hal yang membuat saya kurang nyaman saat membaca novel ini. Sepertinya ada copas 'AKU MERASA KRN' berulang-ulang dari halaman 419, 421, dan 422. Semoga dicetakan berikutnya kesalahan seperti ini tidak terulang lagi.

Sabtu, 30 Juli 2011

9 Summers 10 Autumns

Judul : 9 Summers 10 Autumns
Penulis : Iwan Setyawan
Halaman : 221
Penerbit : Gramedia
Harga : 52.000


Sebenarnya saya lumayan kecewa terhadap novel yang berlabel 'best seller' ini. Ketika saya membaca sinopsis dibelakangnya, saya berspekulasi bahwa buku ini akan seperti Negeri 5 Menara ataupun Laskar Pelangi. Ditambah lagi resensi dari blog-blog hasil saya blogwalking memberi komentar yang sangat positif. Tapi saya tidak menemukan 'gregetnya', dalam artian saya tidak menemukan klimaks dari novel ini. Semua peristiwa berjalan hampir tanpa tantangan. Bab pertama yang berjudul 'Hampir Pulang Selamanya' menceritakan Iwan yang dirampok oleh beberapa orang di NewYork. Disana ia melihat seorang anak yang berpakaian merah putih. Anak ini memberikan kesan yang mendalam dalam diri Iwan. Disemua bab anak yang misterius ini menemani Iwan. Tak jelas siapa sebenarnya anak ini. Apakah seorang bule? Tapi mengapa ia menggunakan bahasa Jawa pada halaman 7? Apa hubungannya dengan Mbak Ati? Mengapa anak ini begitu dicintai Iwan? Saya masih berpikir keras hingga halaman terakhir.

Kemisteriusan anak itu membuat saya lebih berkonsentrasi untuk menggali siapa anak ini. Saya malah mengesampinkan cerita Iwan tentang kehidupannya dimasa lalu. Buku yang juga berupa otobiografi Iwan ini memang menceritakan Iwa hingga ia berhasil di New York. Melalui anak kecil yang tidak jelas identitasnya tadi Iwan menceritakan segalanya. Bahkan Iwan menceritakan masa lalunya kepada Ibunya, keponakannya, teman perempuannya, semua orang yang ia temui. Menurut saya hal ini terlalu dipaksakan dan membuatnya minim dialog. 

Jika kita kesampingkan kekurangan diatas, memang cerita yang disajikan ini begitu menyentuh karena bertujuan untuk memberi kita pelajaran bahwa kita pasti bisa jika kita berusaha.  Iwan menggambarkan 'rumah' sebagai pusat dimana seorang anak tumbuh dan membentuk dirinya. Dimasa kecilnya, Iwan tidak terlalu suka untuk mengekspresikan perasaannya. Mungkin inilah yang menjadikan ia individu yang pendiam dan tidak terlalu menyukai keramaian saat dewasa. Penggambaran Iwan terhadap perjuangan orangtuanya untuk menghidupi dia dan keempat saudarinya lumayan detail. Bahkan ia juga menceritakan 'sejarah' kakak dan adiknya. Buku ini memberikan motivasi terhadap pentingnya pendidikan, agar kita tidak menyerah dengan kondisi ekonomi yang kita miliki dan tetap giat belajar meraih cita-cita.

EDIT :
Setelah saya pahami lagi buku ini lebih dalam (cieleh) ternyata si anak laki-laki tersebut adalah Iwan Setyawan dimasa lalu. Jadi dia menggambarkan si anak sebagai dirinya sendiri ^^